Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 12 Juli 2020
INDEX BERITA

Terkait Dana Publikasi Media, DPW MOI Riau Akan Surati DPRD Kota Pekabaru
DPW MOI Riau: Minta Wako Dan DPRD Pekanbaru Copot Badria Rikasari Dari Plt Sekwan
Miliaran Dana Publikasi Media Di DPRD Kota Pekanbaru Diduga Ajang Korupsi
Menkuham Yasona Laoly Berhasil Bawa Pulang Maria Pauline Ke Indonesia
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kampar Sesali Sikap Pemda Kampar
Yan Prana Jaya, Mantan Kepala Bappeda Siak Yang Kini Menjabat Sekdaprov Riau Diperiksa Di Kejati Ria
LSM IPPH, Minta Pihak Dinas Terkait Dan Sekolah Transparan
Gampangnya Pihak Disdik Dan Sekolah Merespon Surat Keterangan Domisili Dan Miskin
Masrianto Muis: Minta Kepada Pihak PT. Indomarco Agar Diterima Pekerja Bongkar Muat
Bagian Betis VL Memar Dan Membiru Dan RM Luka Di Luntut
Muflihun, Devenitif Sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau
Bupati Kampar Tabur 100.000 Ekor Benih Ikan
RDP Komisi II DPRD Kampar Bersama Lima Puluh Kepala Desa
Pesawat Tempur TNI AU Jatuh Di Pemukiman Warga
Gubri: Mengajak Pejabat Yang Baru Dilantik Untuk Sama-sama Bekerja Keras
Pemangkasan Dana Publikasi Mengundang Kekecewaan Madia
Terkait Kerjasama Media, Kadis Kominfo Kampar Tidak Jawab Konfirmasi Wartawan
EM Penganiayaan DH Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka
A. Nazara, Anggota DPRD Kampar Kunjungi Korban Dampak Ledakan Tungku PT. RPS
Keberadaan Green Hotel Perawang Diduga Tanpa IMB Dan Izin Lainnya
Raja Adnan: Kepala Dinas Selaku Pengguna Anggaran Yang Paling Bertanggung Jawab
Diduga Akibat Pabrik Meledak, Beberapa Karyawan Cidera Dan Rumah Warga Rusak
Nias Peduli Covid-19 Riau Kembali Berbagi Kasih Dan Berkat Tahap II
Kapolres Pelalawan AKBP Indra W, S.IK Berikan Penghargaan Beprestasi
Anggota DPRD Pekanbaru Berjanji Mengusut Persoalan Bantuan Covid
DPRD Pekanbaru Kota
Terkait Penetapan Dokumen Revisi RPJMD Pekanbaru Tahun 2017-2020
Victor Parulian, Nafsu Proyek Tak Terbendung Pada Saat Rakyat Lapar

Rabu, 13/05/2020 - 23:23:14 WIB
Victor Parulian Anggota DPRP Pekanbaru Dari Fraksi PDIP***
 
PEKANBARU, (Mediatransnews.com) - Victor Perulian S, Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDIP, bicara blak-blakan terkait isu RPJMD Kota Pekanbaru yang banyak menuai pro-kontra di ranah publik.

Kenapa tidak, dari sejumlah anggota Fraksi partai berlambang banteng bermoncong putih, hanya dia yang tidak menghadiri Paripurna laporan pansus DPRD Pekanbaru terhadap pembahasan Ranperda kota Pekanbaru tentang penetapan dokumen revisi RPJMD Pekanbaru tahun 2017-2020 yang dilaksanakan, Selasa (12/5/2020) kemarin.

"Ianya sangat kecewa dengan kawan-kawan yang selama ini saya anggap satu perjuangan, satu tarikan nafas dalam mengkritisi kebijakan Walikota Pekanbaru yang tidak populer dan mengabaikan kepentingan masyarakat dalam konteks kekinian. Tapi ternyata mereka sepertinya manurut dengan Walikota. Ini sungguh memprihatinkan dan terus terang Saya mengecam keras mereka," ungkap Victor kepada berazam, melalui chat room WhatsApp, Rabu (13/5/2020) sore.

Menurut Victor,  Rapat paripurna kemarin menjadi catatan buruk dalam sejarah dan dinamika politik lokal dimana sebuah kebijakan yang semestinya melihat situasi dan kondisi yang ada, namun terlihat diwarnai oleh muatan kepentingan yang tidak berpihak kepada rakyat. "Nafsu proyek tidak terbendung, rakyat lapar tidak peduli. Itu sungguh keterlaluan. Sungguh mengabaikan perasaan masyarakat yang tengah dilanda Pandemi," kecamnya.

Lebih jauh Victor mengatakan jika sebuah produk hukum dan politik tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, maka lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Sanksi sosial bahkan sanksi hukum akan meledak suatu saat.

"Paripurna itu cacat baik secara politik maupun secara hukum, karena hanya dihadiri oleh 27 orang dari total 45 anggota dewan. Sementara jika merujuk kepada tatib setiap mengambil keputusan wajib dihadiri 2/3 anggota dewan baru sah," tegasnya.

Yang membuat Viktor sangat kecewa lagi,  bukan semata hanya melihat dari Tata Tertib tersebut. "Tatib satu sisi, namun yang membuat saya tidak mau menghadiri rapat paripurna kemarin adalah karena jauh sebelum nya dalam setiap rapat saya sudah keberatan dengan kebijakan Walikota yang lebih mementingkan proyek tanpa mengakomodasi covid yang sangat berdampak bagi warga kota pekanbaru.

Proyek memang dibutuhkan selagi memiliki efek domino atau trickle down efect (efek menetes kebawah) yang dapat dinikmati langsung masyarakat. 

"Namun dalam perubahan RPJMD itu saya tidak melihat ada kepentingan mendesak yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Justru yang menguat adalah kepentingan politik tertentu yang sengaja di framing demi memuluskan hasrat mereka mereka yang bersekongkol untuk menggolkan Ranperda RPJMD Pekanbaru 2017-2022 itu. Tapu Ingat, sanksi sosial dari masyarakat lebih kuat dan bisa merontokkan ambisi politik seorang pemimpin," Ucap Victor Parulian yang akrab disapa Babe ini.(Rls)***




Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved