Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 24 Juli 2021
INDEX BERITA

Catur Sugeng : Pemkab Kampar Komitmen Perjuangan Hak-Hak Anak Kampar
Yasonna Laoly Perluas Pembatasan TKA Yang Masuk Ke Indonesia Masa PPKM
Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Rutin Bappeda Siak Donna Fitria Di Tahan
Setelah Menelantarkan Anak Dan Istri Lalu Nikah Lagi Tanpa Persetujuan Istri Pertama
Sekda Kampar Sholat Ied Dan Laksanakan Qurban Di Markaz Islamic Centre
Bupati Kampar Ikuti Rakor Bersama Presiden Dan Gubernur Riau
Sekda Kampar Pimpin Rapat Pembahasan RAPBD 2022
Bupati Kampar Dan Forkopimda Kampar Bincangkan Berbagai Persoalan Kampar Terkini
Kampar Terima Rp. 33,34 Milyar Dari Bankeu Khusus Provinsi Riau 2021
Kejari Nisel Geledah Kantor PT BNC Terkait Dugaan Korupsi Pembelian Tanah
Wapres RI, Maruf Amin Keluarkan Perintah Tegas
Bupati Kampar Lakukan Koordinasi Dengan Bupati Lima Puluh Kota
Bupati Kampar Bersama Sekda Kampar Kunjungi Kominfo Kampar
Sekdakab Pelalawan Tidak Menjawab Konfirmasi Terkait Dana Media
Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong Kukuhkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
Bupati Kampar Buka Kegiatan Pembinaan Pembauran Kebangsaan Tahun 2021
Komandan Kompi Lettu Kav. Gilang Abriawan: Pentingnya Kerjasama Dengan Media
Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling
Pemkab Kampar Terima Rp. 2,3 Miliar Dari Pajak TOL Pekanbaru-Dumai
Bupati Kampar Kembali Lantik Pengawas Dilingkungan Pemda Kampar
DPRD Kampar Bentuk Tiga Panitia Khusus (Pansus)
Sekretariat Daerah Kampar Lakukan Vaksinasi Seluruh ASN Dan THL
Perkumpulan Keluarga Besar Marga ZAI Prov Riau Resmi Di Kukuhkan Oleh Penasehat PKBM ZAI Riau
Perkumpulan Keluarga Basar Marga Zai-Riau (PKBM ZAI-Riau) Segera Di Kukuhkan
Camat Bawalato Minta Secepatnya Hasil Pemeriksaan Dari Inspektorat Kab. Nias
Nias
Dugaan Korupsi Rp2,2 Miliar
Dugaan Korupsi Lakhomizaro Zebua Akan Ditangani Poldasu

Selasa, 22/11/2016 - 22:06:44 WIB
Lakhomizaro Zebua, Walikota Gunung Sitoli***
 
MEDIATRANSNEWS, GUNUNGSITOLI - Dugaan korupsi proyek Pemantapan Lahan Kantor Bupati dan DPRD Nias serta Jalan Menuju Lokasi TA 2007 senilai Rp2,2 Miliar yang melibatkan Walikota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua, akhirnya diambil alih Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Pengambil alihan ini terjadi karena laporan masyarakat atas kasus tersebut yang telah dilakukan sejak Tahun 2008 atau hampir 8 tahun lamanya ke Polres Nias, terkesan "Jalan Ditempat".

pengambil alihan tersebut dibenarkan Humas Polres Nias, O Daeli yang disampaikannya kepada wartawan, Jumat (18/11/2016) dan menerangkan bahwa dalam waktu dekat ini akan digelar perkaranya di Mapoldasu. " Dirkrimsus Poldasu sudah meminta kasus tersebut untuk dikirim ke Medan dan segera dilakukan gelar perkara," ucap O Daeli.

LSM Fobsit sebagai pihak yang peduli dan mengawal kasus tersebut, melalui ketuanya, Edward Lahagu kepada wartawan mengungkapkan, kasus dugaan korupsi ini terjadi ketika Lakhomizaro masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kabupaten Nias. Saat itu, Lakhomizaro menganggarkan kegiatan pengadaan atas barang/jasa yang sudah ada.

Diuraikannya, kasus korupsi ini bermula pada bulan Desember 2006, Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias melelang pekerjaan Pematangan Lahan Kantor Bupati Nias, DPRD Nias, dan Jalan Menuju Lokasi Kecamatan Gunungsitoli Selatan yang bernilai sekitar Rp4,3 miliar. Sebelumnya pada bulan Juli 2006, pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan oleh (diduga) PT Untario Metalindo.

Lantaran sudah selesai, PT Untario Metalindo selaku pemenang lelang tinggal mengerjakan salah satu item kegiatan bernilai Rp436 juta lebih, yakni pekerjaan tembok penahan, yang berasal dari addendum item kegiatan Pematangan Lahan Kantor Bupati Nias.

Selanjutnya, pada bulan April 2007, Lakhomizaro selaku Kadis Kimpraswil Nias menganggarkan kegiatan Pemantapan Lahan Kantor Bupati Nias, DPRD Nias, dan Jalan Menuju Lokasi, yang sudah pernah dan selesai dikerjakan pada tahun 2006 oleh BRR, menjadi salah satu kegiatan SKPD dipimpinnya untuk ditampung dalam APBD Tahun Anggaran 2007, dengan nilai Rp2,2 miliar. PT Untario Metalindo (eks-rekanan BRR) pun ikut diundang untuk mengikuti lelang penunjukan langsung.

Setelah melalui beberapa tahapan proses formil, pada bulan Juli 2007, PT Untario Metalindo dinyatakan sebagai pemenang proyek tersebut dengan harga Rp2,199 miliar.

Lakhomizaro diduga telah menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya serta melakukan perbuatan melawan hukum menguntungkan/memperkaya diri sendiri, orang lain, atau perusahaan, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,199 M, tegas Edward.(Kh/Mtn)***
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved