Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 24 Juli 2021
INDEX BERITA

Catur Sugeng : Pemkab Kampar Komitmen Perjuangan Hak-Hak Anak Kampar
Yasonna Laoly Perluas Pembatasan TKA Yang Masuk Ke Indonesia Masa PPKM
Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Rutin Bappeda Siak Donna Fitria Di Tahan
Setelah Menelantarkan Anak Dan Istri Lalu Nikah Lagi Tanpa Persetujuan Istri Pertama
Sekda Kampar Sholat Ied Dan Laksanakan Qurban Di Markaz Islamic Centre
Bupati Kampar Ikuti Rakor Bersama Presiden Dan Gubernur Riau
Sekda Kampar Pimpin Rapat Pembahasan RAPBD 2022
Bupati Kampar Dan Forkopimda Kampar Bincangkan Berbagai Persoalan Kampar Terkini
Kampar Terima Rp. 33,34 Milyar Dari Bankeu Khusus Provinsi Riau 2021
Kejari Nisel Geledah Kantor PT BNC Terkait Dugaan Korupsi Pembelian Tanah
Wapres RI, Maruf Amin Keluarkan Perintah Tegas
Bupati Kampar Lakukan Koordinasi Dengan Bupati Lima Puluh Kota
Bupati Kampar Bersama Sekda Kampar Kunjungi Kominfo Kampar
Sekdakab Pelalawan Tidak Menjawab Konfirmasi Terkait Dana Media
Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong Kukuhkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
Bupati Kampar Buka Kegiatan Pembinaan Pembauran Kebangsaan Tahun 2021
Komandan Kompi Lettu Kav. Gilang Abriawan: Pentingnya Kerjasama Dengan Media
Bupati Kampar Resmi Luncurkan Mobil Vaksin Keliling
Pemkab Kampar Terima Rp. 2,3 Miliar Dari Pajak TOL Pekanbaru-Dumai
Bupati Kampar Kembali Lantik Pengawas Dilingkungan Pemda Kampar
DPRD Kampar Bentuk Tiga Panitia Khusus (Pansus)
Sekretariat Daerah Kampar Lakukan Vaksinasi Seluruh ASN Dan THL
Perkumpulan Keluarga Besar Marga ZAI Prov Riau Resmi Di Kukuhkan Oleh Penasehat PKBM ZAI Riau
Perkumpulan Keluarga Basar Marga Zai-Riau (PKBM ZAI-Riau) Segera Di Kukuhkan
Camat Bawalato Minta Secepatnya Hasil Pemeriksaan Dari Inspektorat Kab. Nias
Nias
Warga Tiga Desa Kembali Mengamuk
Akhirnya Secara Paksa Warga Menyegel PT. DAS

Selasa, 10/04/2018 - 03:46:39 WIB
Ratusan masyarakat dari tiga Desa saat kembali mengamuk
didepan Kantor PT. DAS(Hz) ***

 
MEDIATRANSNEWS,  GUNUNGSITOLI - Ratusan masyarakat dari tiga Desa  kembali mengamuk didepan Kantor PT DAS,Senin(9/4/2018).

Aksi yang ke 4 kalinya merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas  janji Walikota Gunungsitoli yang sudah berjanji akan menutup perusahaan ayam tersebuat.Tapi kenyataannya sampai saat ini masih beroperasi.

Berdasarkan pantauan dilokasi, mereka berorasi didepan PT DAS sambil meminta direktur perusahaan meminta keluar dan memberikan jawaban terhadap kepada warga yakni warga Desa Olora, Desa Hilmbewe Olora dan Desa Onozitoli Olora yang sudah geram dengan kehadiran perusahaan tersebut.

YH(40) salah satu perserta demo warga Desa Olora mengatakan, aksi demo kembali terjadi akibat janji Walikota Gunungsitoli tidak menepati janjinya. Sehingga amarah masyarakat dari tiga desa menuncak.

"Kata YH, hadirnya kita disini meminta kepastian dari pihak perusahaan agar segera nenutup segala aktivitasnya, karena warga sangat terganggu akibat limbah perusahaan tersebut,"ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakar sangat emosi sekali, pasalnya Pemkot Gusit tidak bisa mengambil sikap atas keneradaan PT DAS tersebut.

"Padahal sudah beberapa kali melakukan aski demo tetap saja tidak didengar, bahkan ini sudah diketahui DPRD Gunungsitoli,"jelasnya YH.

YH mengaku, dalam satu tahun ini masyarakat sudah menderita akibat berdirinya perusahaan ayam petelur itu, karena wabah penyakit merambah ditiga desa.Tak hanya itu bau tidak sedap kotoran ayam dan lalat bertebaran disetiap rumah warga sehingga pemukiman warga sudah tidak sehat lagi.

"Makanya kami hari ini bersama warga lainnya melakukukan aksi demo ke empat kalinya dengan secara paksa menyegel PT DAS,"tandasnya.

Para pengunjuk rasa mendapatkan pengwalan ketat dari Satpol PP dan Petugas kopolisian.(Happy Zalukhu/An)***
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved