Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 17 Januari 2021
INDEX BERITA

Heri Kawi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Segara Panggil Kadisdik Kota Pekanbaru
DPD SPRI Riau Gelar Seminar Menghapus Praktek Monopoli Belanja Iklan Media
Dinkes Kampar Beri Penjelasan Dan Alur Tahapan Pemberian Vaksin Covid
Alasan Memeriksa Siapa Pemakai Narkoba, Hp Pun Dibawa Kabur
Buruh Sapu THL Datangin Kediaman Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru
Dua Orang Satu Wanita Pengedar Ganja Ditangkap Resnarkoba Polres Kampar
Puan: Kapolri Diangkat Dan Diberhentikan Presiden Dengan Persetujuan DPR RI
PH Pelaku Pembunuh Sama Arti Zai Berhasil Ditangkap Sat Reskrim Polres Pelalawan
Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim) Polri, Calon Kuat Kapolri Dari 5 Yang Di Ajukan
Ketum IKNR P. Zalukhu: Selamat Ulang Tahun PDIP Ke-48, Semoga PDIP Semakin Jaya
Warga Asahan Terkonfirmasi Covid 19 Capai 447 Orang
Bhayangkari Cabang Asahan Serahkan Buku Pesona Dan Baju Adat Pengantin Indonesia
PNW Prov Riau 2020 Berikan Bansos Kepada Keluarga Alm Wartawan
Pemerintah Kabupaten Asahan Tandatangani MOU Dengan Universitas Asahan
Natal Wartawan Nasrani Dan Insan Pers Prov Riau Tahun 2020 Berjalan Baik Dan Sukses
Gus Yaqut: Tidak Ada Indonesia Jika Tidak Ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu
Polsek Siak Hulu Amankan AR Yang Diduga Penggelapan Sepeda Motor
Kapolda dan Forkopimda Riau Tinjau Prokes Gereja Di Kota Pekanbaru
Panitia Natal Wartawan Tahun 2020, Berbagi Kasih Dengan Anak Panti Asuhan
LSM IPPH: Minta Pihak Terkait Untuk Tidak PHO Proyek Normalisasi Tersebut
Akhirnya Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Judi Togel Di Desa Tanah Merah Kab. Kampar
Dr. Firdaus ST, MT, Walikota Pekanbaru Terima Penghargaan IGA 2020
Dr. Firdaus ST, MT Walikota Pekanbaru Tegaskan Sejumlah Objek Wisata Bakal Dibenahi
H. Syafaruddin Poti Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD Riau Dari Partai PDI-P

Rokan Hilir
Proyek Normalisasi Diduga Di Kerjakan Asal-Asalan
LSM IPPH: Minta Pihak Terkait Untuk Tidak PHO Proyek Normalisasi Tersebut

Rabu, 23/12/2020 - 21:44:41 WIB
Kabid SDA PUPR Kab. Rokan Hilir dan Lokasi Proyek Normalisasi***
 
ROKAN HILIR, (Mediatransnews) -
Pelaksanaan proyek pekerjaan normalisasi  melalui APBD murni TA. 2020,  yang dimenangkan oleh CV Wahyu. Kendati dalam kontrak kerja di alokasikan satu alat berat dari dana anggara Rp. 1.556.634.232.54 Milyar, namun pada saat pelaksanaan, pihak pelaksana mengambil kebijakan menggunakan dua alat sekaligus, berupa satu Eskapator Amphibi dan Eskapator biasa.

Normalisasi sungai Pabrik yang terletak di daerah Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko merupakan satu-satunya buangan air dari berbagai wilayah yang ada di pusat Kota Bagansiapiapi. Pasalnya, Sungai ini langsung menembus ke laut melalui aliran Sungai Rokan. Buruknya kondisi Sungai Pabrik akibat pendangkalan dan penyempitan ini sangat berpengaruh kepada kondisi Kota Bagansiapiapi pada saat tingginya curah hujan. Sebab, bila aliran sungai ini tidak berjalan dengan baik maka akan memicu terjadinya banjir yang berdampak sangat buruk terhadap warga.

Maka dari itu, program normalisasi aliran Sungai Pabrik menuju pinggiran pantai melalui Sungai Rokan yang dimulai dari Simpang Sungai Garam oleh Pemkab Rohil melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) dinilai merupakan langkah yang sangat tepat. Dimana salah satunya akan mengurangi resiko terjadinya banjir disejumlah daerah di Kota Bagansiapiapi seperti jalan Bulan, Bintang, Sekip, Madrasah, Masjid, Selamat, Bahagia dan beberapa daerah lainya disaat tingginya curah hujan.

Bila musim hujan, tak hanya rumah warga biasa, bahkan rumah Bupati Rohil, H Suyatno yang terletak dijalan Madrasah, Kelurahan Bagan Timur.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Rohil, Welly Zukiar, ST, yang mencoba di konfirmasi media ini melalui Via WA pribadinya dengan No. 0812-6828-xxxx, pada rabu, 23/12/20.

Adapun Konfirmasi Kami sebagai berikut:

Utk memenuhi kaidah berita dalam pemberitaan kami, maka kami meminta tanggapan dan penjelasan dari Pak Welli selaku Kabid SDA PUPR Kab. Rokan Hilir, terkait pelaksanaan dan kegunaan anggaran pada proyek yang terurai tersebut di atas.

Dimana kegiatan ini dgn di danai dari anggaran APBD murni TA 2020, yang dimenangkan oleh Cv. Wahyu,  Kendati dalam kontrak kerja di alokasikan satu alat berat dari dana anggara Rp. 1.556.634.232.54 milyar.

Anehnya dalam pelaksanaan yang seharusnya dikerjakan dengan ke dalaman 3M dan Panjang 2,5 KM

Namun sangat di sayangkan. Bahwa dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan spek tersebut diatas baik terkait kedalaman dan panjang, dan hal ini juga di akui oknum PPTK yang bersangkutan.

Di tempat terpisah. Sekum Lembaga Swadaya Masyarakat-Ivestigasi Pemantau Pwmabgunan dan Hukum (LSM-IPPH), MOI Z, yang di minta tanggapan media ini, di pekanbaru terkait berita tersebut. Mengatakan, bila benar temuan media atau rekan-rekan wartawan di lapangan. Maka kita dari LSM IPPH, meminta kepada pihak terkait untuk tidak mem PHO (Provisional Hand Over) dan FHO (Final Hand Over) proyek tersebut. BPK dan Inspektorat mengaudit dan memanggil siapa aja yang bertanggungjawab terkait pelaksanaan proyek seminisasi tersebut. Tegas MOI. Rabu, 23/12/20.

Namun setelah di baca bahan konfirmasi media ini, jawab Welli dengan singkat. Kalau mau konfirmasi datang ajalah ke kantor Pak, biar jelas. Jawabnya. (Tim)*** Bersambung.



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved