Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Oktober 2021
INDEX BERITA

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba Sik. MH Lontarkan Kata Tak Sopan Kepada Wartawan
Kurang lebih 500 Orang Tenaga Kerja Berorasi Di Kantor PT. Torganda
Kapolri: Polri Bukanlah Lembaga Yang Anti Kritik
RA Pelaku Pembunuhan Ny Berhasil Di Tangkap
Polda Riau Berhasil Sikat Praktek Judi Online Di Pekanbaru
Beberapa Paket Kegiatan Proyek DLH Rohil TA 2020 Diduga Bermasalah
Wira Swandi Gea Pewushu Riau Peraih Medali Perunggu PON XX Papua
Tomy FM: Minta Kapolda Riau Memanggil Kanit Reskrim Polsek Tampan
Melalui BRIN, Riset Dan Inovasi Sebagai Pilar Indonesia Berdikari
Warga Desa Sungai Rambai Berterimakasih Kepada Irfan Pimpinan Cabang PLN Lipat Kain
Rapat Ke Tiga PNW 2021 Bahas Program Kerja Dan Tempat Pelaksaan Natal
Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir, Legislator Kaltim Ajak Warga Saling Bantu
Tomy: Meminta Gubernur Riau Agar Mengevaluasi Pejabat Di Dinas Pendidikan
Rapat Perdana, Stuktur Panitia Natal Wartawan 2021 Terbentuk
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushola Kantor PN Bangkinang
Hamdani: Jika Benar, Itu Sudah Melanggar PP Nomor 18 Tahun 2017
Presiden Jokowi Tanam Mangrove Bersama Masyarakat Bengkalis
Rizki: Seharusnya Gubernur Riau Drs Syamsuar, Mencabut Pergub No 19 Tahun 2021 Tersebut
BPK RI: Tidak Pernah Jadikan Temuan Terverifikasi Perusahaan Pers Dan UKW Untuk Kerjasama Media
MS: Berharap Kepada Pengusaha WP Punya Hati Nurani Dan Manusiawi
Mayat Yang Ditemukan Minggu Lalu Di Jalintim KM 55 Pelalawan Bernisial HM
Kapolda Riau Berikan Penghargaan Kepada Personil Yang Berprestasi
Tekait Informasi Pengelolaan Dana Kebersihan, PPID Menjadi Senjata Ampuh Pihak RSUD AA

Sosok Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan Di Jalintim Kilometer 55 Pelalawan-Riau
Pelalawan
Ikut Ujian Sertifikasi
Guru di Pelalawan Banyak yang Gagal

Jumat, 29/01/2016 - 21:12:47 WIB
Ujian Sertifikasi Pelalawan***
 
MEDIATRANSNEWS, PANGKALANKERINCI - Sebanyak 275 guru yang di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, mengikuti ujian sertifikasi. Sebanyak 48 guru dinyatakan gagal dalam ujian tersebut.

Menurut Operator Sertifikasi Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan, Aang Abdul Ghofar, Jumat (29/1/2015), sebagian besar guru gagal pada tes ujian nasional tulis sertifikasi.

"Guru yang mengikuti tes di UNRI tahun lalu, ada 263. Dari jumlah tersebut ada 46 orang guru yang tak lulus, dan 2 lagi gagal karena tak hadir saat ujian berlangsung," sebutnya.

Masih sebut Aang, sedangkan guru yang mengikuti tes di luar UNRI ada 12 orang. Sebanyak 10 orang yang lulus dan 2 lagi tak lulus, karena tak datang pada saat ujian. Tahun 2015, peserta sertifikasi paling terbanyak adalah dari Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 275 guru.

Dalam ujian sertifikasi yang bertajuk Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ini, ungkap Aang, para guru di daerah ini kebanyakan gagal dalam ujian nasional tulis yang memakai sistem lama.

"Ujian nasional tulis memakai sistem lama dengan menghitamkan lingkaran," ujarnya.

Jelas Wawan, tahun 2016 program sertifikasi tidak lagi melalui PLPG tapi melalui Program Pendidikan Guru (PPG). Program ini kemungkinan akan dijalani selama 2 semester atau satu tahun, sebab di PPG seorang guru yang ikuti sertifikasi harus menempuh 36-42 SKS.

"Sistemnya seperti kuliah, kalau PLPG kan hanya 9 hari saja terus langsung ujian. Kalau PPG ini, guru harus menempuh 36-42 SKS atau 2 semester," tandas Aang.

Ditegaskannya, setiap guru wajib untuk mengikuti sertifikasi. Sebab, jika seorang guru telah mengikuti sertifikasi dan memenuhi syarat, maka salah satu keuntungannya akan mendapatkan tunjangan satu kali gaji bagi PNS.

"Kalau untuk guru swasta besaran tunjangannya diseragamkan yakni Rp 1,5 juta. Kalau swasta yang bayarnya pusat, kalau PNS dari Pemda tapi dananya sama-sama dari pusat," pungkas Aang. (grc/mk)***

Editor: Monika


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved