Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 24 Oktober 2021
INDEX BERITA

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba Sik. MH Lontarkan Kata Tak Sopan Kepada Wartawan
Kurang lebih 500 Orang Tenaga Kerja Berorasi Di Kantor PT. Torganda
Kapolri: Polri Bukanlah Lembaga Yang Anti Kritik
RA Pelaku Pembunuhan Ny Berhasil Di Tangkap
Polda Riau Berhasil Sikat Praktek Judi Online Di Pekanbaru
Beberapa Paket Kegiatan Proyek DLH Rohil TA 2020 Diduga Bermasalah
Wira Swandi Gea Pewushu Riau Peraih Medali Perunggu PON XX Papua
Tomy FM: Minta Kapolda Riau Memanggil Kanit Reskrim Polsek Tampan
Melalui BRIN, Riset Dan Inovasi Sebagai Pilar Indonesia Berdikari
Warga Desa Sungai Rambai Berterimakasih Kepada Irfan Pimpinan Cabang PLN Lipat Kain
Rapat Ke Tiga PNW 2021 Bahas Program Kerja Dan Tempat Pelaksaan Natal
Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir, Legislator Kaltim Ajak Warga Saling Bantu
Tomy: Meminta Gubernur Riau Agar Mengevaluasi Pejabat Di Dinas Pendidikan
Rapat Perdana, Stuktur Panitia Natal Wartawan 2021 Terbentuk
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushola Kantor PN Bangkinang
Hamdani: Jika Benar, Itu Sudah Melanggar PP Nomor 18 Tahun 2017
Presiden Jokowi Tanam Mangrove Bersama Masyarakat Bengkalis
Rizki: Seharusnya Gubernur Riau Drs Syamsuar, Mencabut Pergub No 19 Tahun 2021 Tersebut
BPK RI: Tidak Pernah Jadikan Temuan Terverifikasi Perusahaan Pers Dan UKW Untuk Kerjasama Media
MS: Berharap Kepada Pengusaha WP Punya Hati Nurani Dan Manusiawi
Mayat Yang Ditemukan Minggu Lalu Di Jalintim KM 55 Pelalawan Bernisial HM
Kapolda Riau Berikan Penghargaan Kepada Personil Yang Berprestasi
Tekait Informasi Pengelolaan Dana Kebersihan, PPID Menjadi Senjata Ampuh Pihak RSUD AA

Sosok Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan Di Jalintim Kilometer 55 Pelalawan-Riau
Pelalawan
LPG Di Pelalawan Langka
Diskopukmperindag Akan Tindak Tegas Pangkalan Nakal

Kamis, 23/11/2017 - 02:50:06 WIB
Rindu Pangaribuan, Katua DPC LSM Lipan***
 
MEDIATRANSNEWS, PELALAWAN - Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan telah mengeluarkan surat edaran tentang sistem pendistribusian penyalur LPG 3 kg bersubsidi.

Dalam surat edaran tersebut disepakati oleh seluruh pangkalan seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pelalawan serta pemberian sanksi kepada pangkalan yang tidak mengindahkan surat edaran itu.

Namun ini juga dijadikan kesempatan oleh sebagian oknum pangkalan untuk mencari keuntungan ditengah kesulitan masyarakat dalam mendapatkan LPG bersubsidi.

Mila (30) warga Desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti mengaku sangat kesulitan mencari LPG bersubsidi.

“Saya sudah mencari LPG disetiap warung bahkan sampai kedesa tetangga namun, tetap tidak mendapatkannya, kalaupun ada harganya Rp. 45.000-Rp. 50.000 pertabung,”Kata Mila, Senen (20/11) dikediamannya.

Walau harganya cukup mahal bagi Mila orang yang tergolong kurang mampu dengan terpaksa membeli.

“Dengan terpaksa kami membelinya, gak mungkin masak pake kayu api kayak zaman dulu,” Sebut Mila dan segan menyebutkan tempat membeli LPG tersebut.
Mila berharap kedepannya tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan LPG bersubsidi.

Lain lagi kata Elly (41) warga Pangkalan Kerinci, ia menjumpai salah satu pangkalan bersubsidi menjual LPG diatas HET dengan harga Rp. 25.000, semestinya untuk diwilayah Pangkalan Kerinci adalah Rp. 18 000.

Warga disekitar sering bermasalah dengan pangkalan tersebut disamping harganya tinggi pemiliknyapun arogan dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

“Sering kali warga disini cekcok mulut dengan pemilik pangkalan, hanya karena masalah pemilik pangkalan mendahulukan pembeli LPG seharga Rp. 25.000,” sebut Elly

Dikatakan Elly, parahnya lagi mobil pertamina pengantar LPG baru saja membongkar dipangkalan tersebut, baru sekitar empat atau lima orang pembeli sudah dinyatakan habis oleh sipemilik.

Sementara itu, dari pantauan wartawan pada pangkalan Denan diKelurahan Teluk Meranti, warga mengantri sejak pagi hari itupun banyak yang tidak kebagian.  Harga jual LPG subsidi dari denan Rp. 25.000 pertabung.

Saat dikonfirmasikan kepada Denan, Jum’at (17/11), ia mengaku turut prihatin atas kurangnya jumlah LPG.

“Saya turut prihatin atas kurangnya jumlah LPG kepada masyarakat dan sayapun tidak dapat berbuat karena jatah dari pertamina seminggu 120 tabung sementara jumlah masyarakat banyak,”ujarnya.
Denan menyarankan supaya masyarakat menengah keatas menggunakan tabung pink (non subsidi).
Foto MediatransNews.
Kasi Metrologi Diskopukmperindag Pelalawan Afrizal, SH, menegaskan akan memberikan sanksi baik menskor sementara maupun pencabutan izin bila ada pangkalan yang nakal atau bermain.

“Kita akan menindak tegas bila ada pangkalan tidak mengikuti ketentuan yang berlaku. Ada sejumlah pangkalan yang sudah kita beri sanksi dalam satu bulan tidak dapat menyalurkan LPG. Hal ini dilakukan supaya pembagian LPG subsidi dapat merata,” jelas Afrizal, Selasa (21/11).

Afrizal menambahkan, Kabupaten Pelalawan tidak ada penambahan kuota LPG 3 kg malahan kuota dikurangi 5 persen oleh Pertamina.

“Kita sudah mengajukan penambahan kuota tetapi belum ada persetujuan dari Pertamina. Bagi warga menengah keatas dialihkan ke LPG non subsidi,” ujar Afrizal diruang kerjanya.

Ketua DPC LSM LIPAN (Lembaga Independent Pemantau Anggaran Negara) Rindu Pangaribuan menanggapi tentang adanya pangkalan yang menjual LPG bersubsidi  diatas HET.

“Sesuai aturan pemerintah itu tidak boleh, jadi harapan kita pangkalan diminta mengikuti HET,”sebut Rindu Pangaribuan, Selasa (21/11) diPerkantoran Bhakti Praja Pangkalan Kerinci.

Menurutnya, Pertamina harus tanggap minimal kuotanya tetap tanpa harus ada pengurangan, terlebih lagi untuk masyarakat.

“Sekali lagi saya katakan penyaluran LPG subsidi jangan salah sasaran karena masyarakat sangat membutuhkannya. Setiap tahun triliunan rupiah pemerintah mengalokasikan untuk LPG subsidi demi kepentingan masyarakat yang kurang mampu,” tutup Rindu Pangaribuan. (SYAMSUL)***
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved