Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 27 November 2022
INDEX BERITA

Kapolres Dumai Targetkan Bedah 2 Rumah Warga Tidak Mampu Setiap Bulan
Syahrial Ajak Pemprov Riau Diskusi Percepatan WPR Rupat Bengkalis
IOH Hadir Menyapa Kota Medan untuk Rayakan Era Baru, Jaringan Baru
Rapat Paripurna Dipimpin Langsung Yulisman Ketua DPRD Provinsi Riau Beserta Anggota
3 Orang Mahasiswa STIE Syariah Bengkalis Berhasil Meraih Medali Emas
Pemkab Bengkalis Terima Penghargaan Pokja PKP Terbaik
Muflihun Pj Wali Kota Pekanbaru Serahkan Zakat Secara Simbolis
Bupati: Kita Harus Tetap Bersatu, Kami Tidak Ada Membedakan
IOH Luncurkan Layanan Pengiriman Kartu SIM IM3 Secara Online
Nelayan Temukan Mayat Penumpang Roro KMP Mutiara Pertiwi 2 Terapung
Muflihun: Berharap Pemerintah Kota Pekanbaru, Tidak Ada Lagi Tundak Bayar
Pj Wako Muflihun: Evaluasi Pejabat Murni Sesuai Dengan Bidangnya
Polres Bengkalis Tangkap Pelaku Tindak Pidana Narkotika Bersama BB
Polres Bengkalis Tangkap Pelaku Tindak Pidana Narkotika Bersama BB
LSM IPPH Desak Kajati Riau Panggil Dan Periksa Satker NVT Dan Mario PPK BWSS
Bengkalis Terima DBH Migas Rp 716 Miliar, Paling Besar Di Riau
HUT Perusahaan IOH Ke-55 Tahun 2022, Selenggarakan Charity Golf & Gala Dinner
Media Tidak Harus Di Verifikasi Tetapi Berbadan Hukum Perusahaan Pers
Bupati Rohil Afrizal Sintong Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid
Bupati Diwakili Sekda Bengkalis, Buka Sosialisasi Simpeja-Bermasa
Bupati Afrizal Sintong Dan Wabup H.Sulaiman Azhar Sambangi Rumah Warga
H. Zukri Bicara Semenanjung Kampar Dan SM Kerumutan Di COP 27 Mesir
Startup Insurtech Fuse Jadikan Pekanbaru Poros Penjualan Asuransi
Bupati: Bersama Sama Merawat Toleransi Yang Sudah Telah Terbangun
Kasmarni Terima Penghargaan Pencapaian Jaminan Kesehatan Semesta
Pemprov. Riau
Presiden: Pentingnya Keterlibatan Semua Stakeholder
Wagubri Edy Natar, Ikut Canangkan Gerakan Bersama Eliminasi TBC 2030

Kamis, 30/01/2020 - 10:41:56 WIB
Wagubri Edy Natar Nasution saat turut hadir pada acara Gerakan Bersama Elminasi Tuberkolosis (TBC) 2030***
 
TERKAIT:
   
 
JAKARTA, (Mediatranenws) - Wagubri Edy Natar Nasution turut hadir pada acara Gerakan Bersama Elminasi Tuberkolosis (TBC) 2030.

Presiden Jokowi langsung hadir mencanangkan gerakan tersebut, bertempat di Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Presiden menegaskan pentingnya keterlibatan semua stakeholder dalam menyukseskan program tersebut agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa meningkat.

"Percuma ekonomi meningkat kalau rakyatnya tidak sehat. Ini perlu saya tegaskan kepada seluruh daerah," tegas Jokowi seraya menambahkan bahwa masalah gerakan eliminasi TBC bukan hanya kerja dinas kesehatan.

Tapi semua pihak, termasuk Kementerian PU atau Dinas PU. Karena kalau drainase kotor, rumah jorok, misalnya, pihak PU harus bertanggungjawab.

Dalam acara tersebut, Jokowi didampingi sejumlah menteri. Di antaranya Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Hadir pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, beberapa bupati/wali kota di Provinsi Jawa Barat serta komunitas dan pegiat pemberantasan penyakit tuberkulosis.

Wagubri hadir bersama Kadis Kesehatan Mimi Yuliani Nazir dan Sekretaris Bappeda Provinsi Riau Purnama.

Menurut Jokowi, penyakit TBC adalah permasalahan yang harus dibenahi. Karena, pengaruh negatifnya bukan hanya pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga berkaitan dengan produktivitas masyarakat.

"Saya hadir di sini karena sehat, kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia sehat. SDM unggul adalah prioritas yang harus sehat semua. Saya ingin mendukung keras kegiatan eliminasi TBC pada tahun 2030. Percuma kalau masyarakat ga sehat, (nantinya) merembet ke mana-mana ke (sektor) pendidikan, ke pekerjaan, ke mana-mana," ucap dia.

Indonesia kini menempati urutan ketiga untuk kasus TBC terbanyak di dunia setelah India dan China.

Bahkan, penyakit ini termasuk salah satu dari lima besar penyebab kematian prematur dan kematian penduduk di Indonesia sepanjang tahun 2007-2017.

Ia mengingatkan bahwa merealisasikan target eliminasi TBC tahun 2030 tidak akan mudah. Perlu kerja keras lintas sektor secara komprehensif, tidak hanya bisa mengandalkan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah pun memiliki peran sama sama penting.

Tanpa pelibatan sektor lain, kematian akibat TBC pada 2015-2030 diperkirakan dapat merugikan 0.7 persen PDB Indonesia di tahun 2030, atau 123.6 miliar USD. Catatan itu berdasarkan data Global Economic Impacy of TB, Result & KPMG tahun 2017. (Mcr/Mtn)***
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved