Kades PJ Firdaus Roza, Belum Tau Izin Dan Keberadaan Usaha Hutomolin Alias Toni

Ir. Ganda Mora: Meminta Instansi Terkait Dan Aparat Agar Datang Ke Tempat Industri

Ir. Ganda Mora, kades pandau jaya dan Hutomolin alias toni ***
PEKANBARU, (Mediatransnews) - Terkait pemberitaan tim media sebelumnya, yang melayangkan surat konfirmasi yang bernomor: 029/RED-MTN/PKU/X/2020, tertanggal 30 Oktober 2020, melalui WA Pribadi Hutomolin alias Toni ke No.WA: +62 812-1381-XXX. Hal ini  Untuk memenuhi hak masyarakat dalam memperoleh informasi sebagaimana diamanatkan melalui UU Pokok Pers  No.40 Tahun 1999 serta keterbukaan Informasi Publik yang diatur dalam UU NO.14 Tahun 2008, kami dari Tim Redaksi portal Mediatransnews.com, Realitaonline.com, dan Beritatime.com. Hal ini terkait keberadaan izin produksi yang namanya di sering di sebut UD.Pandau Jaya, juga sesuai Pengakuan Kepercayaan Hutomolin alias Toni di lokasi produksi Yang berlokasi di Jalan Lembah Damai. Gg.Kembali, Siak hulu. Pandau Jaya, Kabupaten Kampar-Riau. Hal ini sesuai investigasi Tim media pada. Selasa 27/10/20, kitar jam 15.oo wib,
Sesuai temuan tim media saat di lokasi pabrik, melihat dan menemukan beberapa fasilitas perlengkapan produksi seperti,  jeregen dan drum untuk menampung bahan baku yang tidak bersih, memakai koran bekas  yang diduga beracun untuk membungkus bahan baku minuman atau makanan untuk menutup bahan baku yang di bekukan di atas Talam/Wadah. Di seputaran Lingkungan produksi yang sangat memprihatinkan kebersihannya alias jorok dan tidak temukan nama merek usaha atau tulisan baik diluar dan di dalam pabrik usaha tersebut. Juga kami temukan pekerja tidak memakai masker, sarung tangan untuk mematuhi protokol kesehahatan dan septy lainnya yang saat ini wabah pendemi covid 19. Dan juga sesuai informasi tenaga kerja yang diduga gaji tidak sesuai UMR atau UMK.


Adapun bebrapa poin yang di Konfirmasi Tim Media, yakni:

1. Terkai izin Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab.Kampar, meliputi: Siup, Situ TDP dan izin lqinnya.

2. Apakah karyawan UD. Pandau Jaya  yang berdomisili di siak Hulu menampung tenaga sekian orang. Apakah sudah terdaftar di Jamsostek, BPJS dan Apakah  gaji karyawan  sesuai dengan UMK..?

3. Apakah izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dari Dinas Lingkungan Hidup Kab.Kampar. sudah ada dan seperti apa...?

4. Apakah izin lingkungan dan juga Izin BPOM (Badan Pengelola Obat dan Minuman) untuk menganalisis komposisi pengawet dan formulasi bahan makanan sebab makanan tersebut nantinya dijual ke publik.

5. Apakah pabrik sudah memiliki izin kesehatan, dan dari pihak perindustrian terkait merek dagang, izin usaha dan gudang, dan apa saja izin yang berbentuk industri, seperti industri rumah tangga.

Anehnya, saat konfirmasi media di kirim ke WA pribadi Hutomolin alias Tony, lalu  lansung menelpon pihak media yang mengirim konfirmasi tersebut. Bukannya jawaban konfirmasi yang disampaikan Tony, melainkan mengandalkan kehebatan dan ke pitarannya juag pergaulannya kepada siapapun, bahkan Toni mengatakan kepada oknum wartawan bahwa dia tidak takut  dengan siapa saja termasuk yang memberitakan usahanya. Malah Ancam laporkan wartawan melalui pengacaranya. Kerena telah mendatangin tempat usahanya. Ucap Hutomolin alias Tony. Pada jumat, 30/10/20.

Hingga tayangnya berita ini, belum mendapakan tanggapan atau jawaban dari Hutomolin alias Tony sesuai isi konfirmasi tim media.

Ir. Ganda Mora, saat di minta tanggapan oleh media, tentang pemberitaan media dan keberadaan usaha milik Hutomolin alias Toni. GM mengatakan, Kita sebagai Lembaga Independen Pemerhati Kriminal Ekonomi, menyayangkan tanggapan pemilik usaha tersebut, seharusnya bila legalitas usahnya lengkap , seperti izin lingkungan, izin merek dagang, izin Atau rekomendasi BPOM, izin industri dan sebagainya, tunjukkan saja dan sampaikan klarifikasi kepada media yang minta konfirmasi, dan bila mana belum lengkap izinya, mengingat yang diproduksi adalah makanan, maka harus hati hati , sebab bila dikonsumsi masyarakat namun tidak higienis dan belum ada izin bisa membahayakan konsumen, maka kita harapkan agar seluruh perizinan dilengkapi supaya usaha legal dan aman dikonsumsi dan tentunya dapat membayar pajak untuk pendapatan daerah dan di minta untuk seluruh instansi yang terkait dan Aparat  agar datang ke tempat industri untuk mengecek dan belum ada izin-izinnyz , agar menyarankan pengurusan izin sebab bila tidak akan merugikan semua pihak. Tegas Ganda Mora. Sabtu, 31/10/20.

Di tempat terpisah saat di konfirmasi media, tentang keberadaan Produksi Pabrik Minuman Jeli Milik Hutomolin alias Toni. Kades pandau jaya Firdaus Roza, "mengatakan kepada media ini, bahwa sejak saya menjadi  Kepala Desa  belum  tau atau diperlihatkan sama sekali izinnya dan saya tidak tau bentuk apa izinnya,". Tegas Firdaus Roza. Sabtu (31/10/2020), (Tim)***
TERKAIT