Pasien Terkesan Sempat Dibiarkan, Alasan Karena Ruangan Kelas 3 Penuh
PEKANBARU, (MediaTransNews) - Instruksi Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia yang selalu menyampaikan disetiap mument bahwa pelayanan kesehatan disetiap daerah, adalah garda terdepan dalam memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang benar dan layak.
Namun, berbeda dengan pelayanan yang dialami oleh DESA ARO GULO, yang mana tidak mendapat penanganan memadai saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achamad Kota Pekanbaru-Prov Riau.
Yadina Waruwu Istri pasien DAG, menyampaikan keluhan dan kekecewaan'nya terhadap pelayanan yang mereka dapatkan, ianya mengatakan. "Kami masuk diruang IGD jam 17.30, pemeriksaan hingga jam 23.30 tak kunjung selesai". Ucap istri pasien dengan hati sedih dan nada kesal. Senin, 29/12/25 malam kitar jam 24.oo. Barawalnya pasien bersal dari pasien disalah satu RS dari duri, karena tidak bisa di rawat inap di RS disana hingga dirujuk di RS Arifin Ahmad Pekanbaru.
Ketika media mengkonfirmasi kepada pihak RSUD ARIFIN ACHMAD. Mengatakan, "Sudah sesuai prosedur pak, bahkan ada yang sampai pagi pemeriksaannya baru selesai, sabar saja petugas sedang mencari kamar untuk pasien".
Wartawan media ini, yang sedang ada dilokasi. Merasa kasihan dan ibah melihat pesien, langsung men jumpai dokternya, sehingga mendapat jawaban bahwa rawat inap ruangan kelas 3 full. Menunggu yang kosong maka agak telat penanganan, tetapi karena melihat kondisi pasien harus secepatnya dilakukan penanganan yang serius sambil menunggu ruangan kelas 3 yang kosong maka di pergunakan ruangan inap kelas 1. Jadi itu solusi dari dokter setelah di temui oleh awak media.
Pada saat bersamaan salah satu pasien, mengatakan kepada media. Pelayanan seperti ini tidak boleh dibiarkan, khususnya bagi pasien BPJS yang kerap merasa diperlakukan tidak setara dengan pasien umum. Kami masyarakat berharap ada perhatian serius dari pihak terkait, agar pelayanan kesehatan tidak lagi merugikan pasien, terlebih mereka yang datang dalam kondisi darurat. Ucap sumber yang minta untuk tidak disebút namanya. (Rz) ***



Tulis Komentar