Rumah Nenek Yang Tak Layak Huni Di Badah
Salwa XBR Lakukan Pembedahan Rumah Nenek Yang Tak Layak Huni
Rumah Nenek Yang Tak Layak Huni Saat Dilakukan Pembedahan***
MEDIATRANSNEWS, BANYUWANGI - Impian seorang nenek renta asal Dusun Krajan Rt 04 Rw 03, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi untuk menempati rumah layak huni sepertinya akan terealisasi.
Pasalnya, seorang nenek renta ini mendapat program bedah rumah dari Sarikat Aliansi LSM Wartawan Kalibaru (SALWA XBR).
Ditemui saat Transnews berkunjung ke rumah nenek renta ini, (26/03/16) tampak kedua nenek yang bernama buk ti sia (70) hanya bisa duduk di tempat tidur yang hanya berdinding bedeg, tanpa pintu maupun jendela. Praktis hal itu membuat seorang lansia ini kedinginan ketika malam tiba.
Dirumah yang dijadikan sebagai tempat tidur sekaligus dapur ini juga menjadi saksi bisu kemiskinan yang menerpa seorang lansia ini. Walaupun kondisi rumahnya tidak layak huni, namun sama sekali tidak tersentuh program bedah rumah dari pemerintah.
Malah bantuan bedah rumah untuk lansia ini datang dari Lembaga Swadaya masyarakat dan wartawan yang tergabung di dalam (SALWA XBR)yang memberikan bantuan bedah rumah seorang lansia miskin ini.
Salah seorang tetangga dekat nenek renta tersebut, Sutrisno(35) menceritakan, sejatinya nenek ini yakni buk ti sia memiliki satu anak angkat yang saat ini sudah berkeluarga, namun mereka sudah tidak ingat sama orang tua angkatnya.
Sehingga praktis buk ti sia ini tinggal sendiri. dan buk ti sendiri sudah hampir 10 tahun menjanda karena suaminya meninggal dunia. "Sudah hampir 10 tahun buk ti ditinggal mati oleh suaminya, sehingga dia tinggal sendirian dirumah ini," ujar Sutrisno.
Sementara itu, salah satu ketua LSM selaku relawan dan pemakarsa, Iskak Djayadi mengatakan, pihaknya sudah lama sekali mendengar keberadaan seorang nenek lansia yang tidak memiliki rumah layak huni dari relawan SALWA XBR yang ada di Kalibaru.
Mendengar hal itu, pihaknya pun langsung meninjau langsung keberadaan seorang nenek ini. Usai meninjau langsung keberadaan rumah seorang lansia ini, pihaknya juga mensosialisasikan keberadaan nenek ini melalui jejaring sosial.
Djayadi dan moh sholeh juga mengatakan, bantuan program bedah rumah ini murni dari program beberapa wartawan dan lsm. diantaranya,wartawan kalibaru Banyuwangi,wartawan dan LSM gempa yang tergabung dalam (SALWA XBR), jadi tidak ada campur tangan pemerintah.
Sholeh juga berharap, agar pemerintah lebih memperhatikan orang-orang seperti seorang nenek ini. "Kita targetkan bulan maret 2016 nenek ini sudah bisa menempati rumah yang layak huni, untuk pembangunannya sendiri dikordinasikan oleh relawan aliansi wartawan dan lsm Kalibaru," sambungnya.(Ms/Ij)***
Pasalnya, seorang nenek renta ini mendapat program bedah rumah dari Sarikat Aliansi LSM Wartawan Kalibaru (SALWA XBR).
Ditemui saat Transnews berkunjung ke rumah nenek renta ini, (26/03/16) tampak kedua nenek yang bernama buk ti sia (70) hanya bisa duduk di tempat tidur yang hanya berdinding bedeg, tanpa pintu maupun jendela. Praktis hal itu membuat seorang lansia ini kedinginan ketika malam tiba.
Dirumah yang dijadikan sebagai tempat tidur sekaligus dapur ini juga menjadi saksi bisu kemiskinan yang menerpa seorang lansia ini. Walaupun kondisi rumahnya tidak layak huni, namun sama sekali tidak tersentuh program bedah rumah dari pemerintah.
Malah bantuan bedah rumah untuk lansia ini datang dari Lembaga Swadaya masyarakat dan wartawan yang tergabung di dalam (SALWA XBR)yang memberikan bantuan bedah rumah seorang lansia miskin ini.
Salah seorang tetangga dekat nenek renta tersebut, Sutrisno(35) menceritakan, sejatinya nenek ini yakni buk ti sia memiliki satu anak angkat yang saat ini sudah berkeluarga, namun mereka sudah tidak ingat sama orang tua angkatnya.
Sehingga praktis buk ti sia ini tinggal sendiri. dan buk ti sendiri sudah hampir 10 tahun menjanda karena suaminya meninggal dunia. "Sudah hampir 10 tahun buk ti ditinggal mati oleh suaminya, sehingga dia tinggal sendirian dirumah ini," ujar Sutrisno.
Sementara itu, salah satu ketua LSM selaku relawan dan pemakarsa, Iskak Djayadi mengatakan, pihaknya sudah lama sekali mendengar keberadaan seorang nenek lansia yang tidak memiliki rumah layak huni dari relawan SALWA XBR yang ada di Kalibaru.
Mendengar hal itu, pihaknya pun langsung meninjau langsung keberadaan seorang nenek ini. Usai meninjau langsung keberadaan rumah seorang lansia ini, pihaknya juga mensosialisasikan keberadaan nenek ini melalui jejaring sosial.
Djayadi dan moh sholeh juga mengatakan, bantuan program bedah rumah ini murni dari program beberapa wartawan dan lsm. diantaranya,wartawan kalibaru Banyuwangi,wartawan dan LSM gempa yang tergabung dalam (SALWA XBR), jadi tidak ada campur tangan pemerintah.
Sholeh juga berharap, agar pemerintah lebih memperhatikan orang-orang seperti seorang nenek ini. "Kita targetkan bulan maret 2016 nenek ini sudah bisa menempati rumah yang layak huni, untuk pembangunannya sendiri dikordinasikan oleh relawan aliansi wartawan dan lsm Kalibaru," sambungnya.(Ms/Ij)***
TERKAIT



Tulis Komentar