Kelola Dana Dengan Baik

Wabup Siak: Salurkan Zakat Di Koto Gasib Rp100 Juta Lebih

Wabup Siak H Alfedri saat menyerahkan zakat kepada warga kurang mampu di Kecamatan Koto Gasib. (foto:humas siak)***
MEDIATRANSNEWS, SIAK - Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi memuji kesadaran masyarakat Kecamatan Koto Gasib yang selalu antusias dalam berzakat guna membersihkan harta. Dia berharap, jumlah dana yang dikumpulkan bisa terus berkembang, sehingga tujuannya untuk meringankan beban warga kurang mampu (mustahik) dapat terlaksanan.

"Kita harapkan para mustahik bisa mengelola dana zakat ini dengan baik, mudah-mudahan tahun depan bisa menjadi si pembayar zakat (muzaki), dan semoga kita semua menjadi orang-orang yang selalu disayangi Allah, bertambah rezekinya dengan selalu mengeluarkan zakat," kata Alfedri, yang merupakan Ketua Baznas Kabupaten Siak ini saat menyalurkan zakat tahap I sebesar Rp112.800.000 di Masjid Al Mukminin, Kampung Buantan I, Kecamatan Koto Gasib, Kamis (5/5/2016).

Turut hadir H Zubir Efendi MA selaku Sekretaris I Baznas Siak, Ihsan Tafiqi SSy selaku verifikator di Kecamatan Koto Gasib sekaligus Sekretaris Bidang Pengumpulan Baznas Siak, Novriadi SIKom petugas dan pengurus Baznas Siak, Sekcam sekaligus Ketua BAZ Kecamatan Koto Gasib Ari Darmawan beserta jajaran perangkat Desa Koto Gasib, yang diramainkan warga setempat.

"Zakat ini mampu menjadi sebuah solusi bagi perbaikan ekonomi bangsa di negara ini. Kita harus menyadari bahwa zakat hakikatnya bukan hanya rukun Islam yang ketiga semata, tetapi kita harus mengetahui bahwa zakat berperan pula sebagai pemberdayaan dan distribusi ekonomi," ujar Alfedri.

Khusus di Kabupaten Siak, lanjutnya, potensi zakat bisa mencapai Rp36 miliar lebih per tahun. Dimana, tahun 2015 lalu baru bisa dikumpulkan sebesar Rp11 miliar lebih. "Tentu setiap tahunnya kita harapkan dana ini terus bertambah," ujarnya.

Dia menekankan kepada pengurus BAZ di masing-masing kecamatan agar tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun perusahaan untuk membayarkan zakat. Baik itu zakat profesi, zakat hasil pertanian dan perkebunan, maupun zakat penghasilan dan lain sebagainya.

"Orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan mensucikan harta," jelasnya.

Sekcam Koto Gasib Ari Darmawan menjelaskan, penyaluran zakat di wilayahnya berjumlah Rp.112.800.000, dengan rincian terbagai dari zakat Pola Usaha Produktif dan zakat Pola Konsumtif. Zakat pola usaha produktif Rp77.750.000, terdiri dari 17 orang, untuk dana Pola Konsumtif Rp33.600.000, terdiri dari 48 orang mendapat dana Rp700.000/orang, dana amil Rp1.450.0000.

Pola produktif terdiri dari bantuan ternak sapi berjumlah 2 orang, ternak kambing 7 orang, bantuan ternak ikan dengan bantuan keramba ikan 1 orang, bantuan untuk nelayan 1 orang, dan bantuan pedagang harian 1 orang."Semoga mustahik yang menerima bantuan ini bisa berkembang agar satu saat bisa menjadi muzaki," ujar Ari Darmawan.(rls/hms)***
TERKAIT