Pameran Periwisata
Launching Kepariwisataan Kepulauan Nias Pulau Impian
Nias Pulau Impian, Pameran Parawisata***
MEDIATRANSNEWS, JAKARTA - Pengembangan sumber daya alam di kepulauan Nias sudah saatnya dimaksimalkan. Sebagai daerah yang terdiri dari gugusan pulau-pulau yang terletak di bagian barat pulau Sumatera, dengan keindahan alam yang sangat mempesona.
Namun selama tujuh puluh tahun Indonesia merdeka keindahan alam yang sangat indah baik pagi siang maupun sore harinya sebagai anugerah terbesar dari Tuhan buat kepulauan Nias yang juga didukung oleh kebudayaan yang sungguh unik tetap terlupakan sehingga bagaikan mutiara yang masih terpendam didassar samudera.
Pada tahun 2016 ini sebuah gagasan besar yang diprakarsai oleh Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI berencana menggelar Pameran Pariwisata Kepulauan Nias pada 2-3 Juni 2016 mendatang di Balairung Sudirman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta Pusat. Pameran yang terbuka untuk umum (gratis) itu merupakan bagian dari launching "Nias Pulau Impian" yang didukung pula oleh empat kabupaten dan satu kota yang ada di Kepulauan Nias.
Menurut Sekretaris Panitia launching Nias Pulau Impian, Beesokhi Ndruru, pameran akan diisi dengan berbagai produk pariwisata, musik dan atraksi budaya seperti tari-tarian. Selama dua hari itu, acara dimulai jam 09.30 WIB s/d selesai. "Tapi waktunya tidak sampai malam, kira-kira hanya sampai jam 5 sore,"katanya.
Rangkaian launching Nias Pulau Impian ini memiliki arti penting karena merupakan langkah awal untuk memperkuat kerjasama antara Kementerian Pariwisata RI dengan para kepala daerah yang ada di Kepulauan Nias, termasuk mengikat komitmen untuk langkah selanjutnya, yaitu pelaksanaan Pesta Ya'ahowu dan even surfing berkala internasional yang ditargetkan dapat diselenggarakan pada
pertengahan Juli tahun ini.

Tarian tradisional Nias yang turut menyemarakan acara Launching Pariwisata bertajuk "Nias Pulau Impian" / Foto: F. Manao
Ketua Panitia launching Nias Pulau Impian, Penyabar Nakhe, mengatakan setelah kerjasama Kementerian Pariwisata RI dengan empat kabupaten dan satu kota terjalin kuat, maka secara bertahap akan dialokasikan dana pengembangan wisata, serta mendorong terbentuknya Pokja Wisata di masing-masing daerah yang bermuara pada pembentukan Forum Tata Kelola Wisata Kepulauan Nias.
"Forum tersebut merupakan wadah yang dapat menampung semua unsur peduli wisata, dan mengatasi permasalahan di sektor pariwisata,"katanya.
Marinus Gea,SE., M.Ak kepada media mengatakan bahwa Kepulauan Nias yang sungguh indah serta masih asri dengan pantai, laut,sungai, pegunungan, situs-situs budaya, bahkan kebudayaan khas Suku Nias yang sangat tersohor dan terpelihara sampai saat ini adalah potensi yang sungguh luar biasa.
" Saya telah berkunjung ke tempat-tempat wisata baik diluar negeri maupun di dalam negeri, saya melihat keindahan kepulauan Nias tak kalah bahkan keindahan Kepulauan Nias sungguh punya daya keindahan yang unik dan alami, namun selama ini tidak di tata dan di dukung oleh infrastruktur yang memadai," ujarnya.
Marinus Gea yang sehari-harinya sebagai anggota DPR ini menambahkan bahwa kita harus mulai mengekspos ini ( keindahan ,keunikan-red) kita angkat mutiara ini kepermukaan dan kita tunjukkan pada dunia melalui informasi dan tehnologi, kita promosikan keindahan kepulauan Nias dan keunikan budayanya. Selanjutnya kita dorong pemerintah kabupaten dan kota di kepulauan Nias agar membuat Grand Design pembangunan yang terintegrasi dengan program yang terus terarah pada sektor kepariwisataan.
Kita juga meminta didukungan anggaran dari pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Kemetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar membantu dalam pembangunan infrastruktur di daerah kepulauan Nias, sehingga kita optimis 10 tahun ke depan yaitu 2025 maka Kepulauan Nias layak menjadi Destinasi Tujuan Wisata Nasional," tutur Marinus optimis.
"Saya imbau seluruh Ononiha ( suksu Nias - red ) dimanapun berada, mari kita dukung Launching "Nias Pulau Impian " Karena kemjuan kepulauan Nias adalah tanggungjawab kita bersama," tutupnya sambil mengucapkan salam HIMNI " Bersatu Kita Bisa ". (Mtn)***
Namun selama tujuh puluh tahun Indonesia merdeka keindahan alam yang sangat indah baik pagi siang maupun sore harinya sebagai anugerah terbesar dari Tuhan buat kepulauan Nias yang juga didukung oleh kebudayaan yang sungguh unik tetap terlupakan sehingga bagaikan mutiara yang masih terpendam didassar samudera.
Pada tahun 2016 ini sebuah gagasan besar yang diprakarsai oleh Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI berencana menggelar Pameran Pariwisata Kepulauan Nias pada 2-3 Juni 2016 mendatang di Balairung Sudirman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta Pusat. Pameran yang terbuka untuk umum (gratis) itu merupakan bagian dari launching "Nias Pulau Impian" yang didukung pula oleh empat kabupaten dan satu kota yang ada di Kepulauan Nias.
Menurut Sekretaris Panitia launching Nias Pulau Impian, Beesokhi Ndruru, pameran akan diisi dengan berbagai produk pariwisata, musik dan atraksi budaya seperti tari-tarian. Selama dua hari itu, acara dimulai jam 09.30 WIB s/d selesai. "Tapi waktunya tidak sampai malam, kira-kira hanya sampai jam 5 sore,"katanya.
Rangkaian launching Nias Pulau Impian ini memiliki arti penting karena merupakan langkah awal untuk memperkuat kerjasama antara Kementerian Pariwisata RI dengan para kepala daerah yang ada di Kepulauan Nias, termasuk mengikat komitmen untuk langkah selanjutnya, yaitu pelaksanaan Pesta Ya'ahowu dan even surfing berkala internasional yang ditargetkan dapat diselenggarakan pada
pertengahan Juli tahun ini.

Tarian tradisional Nias yang turut menyemarakan acara Launching Pariwisata bertajuk "Nias Pulau Impian" / Foto: F. Manao
Ketua Panitia launching Nias Pulau Impian, Penyabar Nakhe, mengatakan setelah kerjasama Kementerian Pariwisata RI dengan empat kabupaten dan satu kota terjalin kuat, maka secara bertahap akan dialokasikan dana pengembangan wisata, serta mendorong terbentuknya Pokja Wisata di masing-masing daerah yang bermuara pada pembentukan Forum Tata Kelola Wisata Kepulauan Nias.
"Forum tersebut merupakan wadah yang dapat menampung semua unsur peduli wisata, dan mengatasi permasalahan di sektor pariwisata,"katanya.
Marinus Gea,SE., M.Ak kepada media mengatakan bahwa Kepulauan Nias yang sungguh indah serta masih asri dengan pantai, laut,sungai, pegunungan, situs-situs budaya, bahkan kebudayaan khas Suku Nias yang sangat tersohor dan terpelihara sampai saat ini adalah potensi yang sungguh luar biasa.
" Saya telah berkunjung ke tempat-tempat wisata baik diluar negeri maupun di dalam negeri, saya melihat keindahan kepulauan Nias tak kalah bahkan keindahan Kepulauan Nias sungguh punya daya keindahan yang unik dan alami, namun selama ini tidak di tata dan di dukung oleh infrastruktur yang memadai," ujarnya.
Marinus Gea yang sehari-harinya sebagai anggota DPR ini menambahkan bahwa kita harus mulai mengekspos ini ( keindahan ,keunikan-red) kita angkat mutiara ini kepermukaan dan kita tunjukkan pada dunia melalui informasi dan tehnologi, kita promosikan keindahan kepulauan Nias dan keunikan budayanya. Selanjutnya kita dorong pemerintah kabupaten dan kota di kepulauan Nias agar membuat Grand Design pembangunan yang terintegrasi dengan program yang terus terarah pada sektor kepariwisataan.
Kita juga meminta didukungan anggaran dari pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Kemetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar membantu dalam pembangunan infrastruktur di daerah kepulauan Nias, sehingga kita optimis 10 tahun ke depan yaitu 2025 maka Kepulauan Nias layak menjadi Destinasi Tujuan Wisata Nasional," tutur Marinus optimis.
"Saya imbau seluruh Ononiha ( suksu Nias - red ) dimanapun berada, mari kita dukung Launching "Nias Pulau Impian " Karena kemjuan kepulauan Nias adalah tanggungjawab kita bersama," tutupnya sambil mengucapkan salam HIMNI " Bersatu Kita Bisa ". (Mtn)***
TERKAIT



Tulis Komentar