BG Resmi Dilantik
BG Jabat Kepala BIN Juga Naik Pangkat Menjadi Jendral
BG resmi Jabat Kepala BIN Juga Naik Pangkat Menjadi Jendral***
MEDIATRANSNEWS, JAKARTA - Budi Gunawan (BG) resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) menggantikan Sutiyoso. Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) itu juga naik pangkat dari komisaris jenderal menjadi jenderal. Dengan demikian, kini ada dua jenderal bintang empat aktif yang berada di tubuh Polri.
Pelantikan BG sebagai Kepala BIN dilakukan pada Jumat (9/9/16) sore pukul 17.45 WIB, di Istana Negara, Jakarta. "Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945," demikian ucap BG menirukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin pelantikan.
Dalam sumpah jabatannya itu, BG juga berjanji akan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), demokrasi, supremasi hukum, oboyektif dan profesional.
Seusai pelantikan, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada BG. Kemudian disusul tamu undangan antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, eks Kepala BIN Sutiyoso dan pejabat tinggi lainnya.
Informasi yang diterima media, BG diberi kenaikan pangkat menjadi jenderal setelah pelantikan tersebut. Dalam foto yang beredar, kemarin petang BG tampak sudah mengenakan seragam polisi dengan empat bintang di pundaknya. Sedangkan saat pelantikan ia mengenakan jas.
BG mengaku bersyukur pelantikannya berjalan lancar. "Pertama-tama, Alhamdullilah saya sudah secara resmi menjadi Kepala BIN sekaligus dinaikkan pangkat menjadi jenderal polisi bintang empat," kata BG kepada wartawan selepas pelantikan.
Sebagai prajurit Bhayangkara, BG berjanji akan memberikan pengabdian terbaik bagi negara ini. "Tentu amanah ini akan saya tunjukkan lewat pengabdian terbaik sebagai prajurit Bhayangkara sejati, jiwa raga saya untuk Merah Putih dan NKRI," katanya dilansir detikcom.
Apa prioritas BG menjadi Kepala BIN? "Ke depan, tentu ada beberapa program penguatan, kemampuan BIN agar makin profesional, objektif, integritas. Itu perintah Bapak Presiden," katanya.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kenaikan pangkat BG menjadi jenderal berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres).
Boy mengatakan, adanya dua jenderal bintang empat di tubuh Polri tidak menjadi masalah. Pasalnya, secara struktural hanya ada satu jenderal bintang empat di Polri, yakni Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.
"Ya, tapi kan di luar institusi. Artinya tidak di struktural yang satu. Yang satu itu kan di luar, di BIN karena ini kan jabatan setara dengan menteri, pimpinan lembaga, jadi tidak masalah," katanya.
Boy menjelaskan, bukan kali ini saja ada dua jenderal bintang empat di Polri. Beberapa waktu lalu, ada juga kejadian serupa ketika Jenderal Sutarman diberhentikan sebagai Kapolri padahal masih dalam masa dinas aktif.
"Pernah ada, Pak Sutarman kan pensiun masih delapan bulan aktif. Dulu Pak Dai Bahtiar usia 55 sudah turun, padahal 58 baru pensiun. Jadi prinsipnya kalau dalam struktural ya pasti satu. Ini kan on job, tapi job-nya bukan di dalam Mabes Polri," jelas Boy.
Sosok BG sempat menjadi pro-kontra saat dicalonkan sebagai Kepala Polri karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BG lantas mengajukan gugatan praperadilan atas statusnya dan dikabulkan. Meski begitu, presiden kala itu tetap membatalkan pencalonannya sebagai Kapolri.(snc/no)***
Pelantikan BG sebagai Kepala BIN dilakukan pada Jumat (9/9/16) sore pukul 17.45 WIB, di Istana Negara, Jakarta. "Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945," demikian ucap BG menirukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin pelantikan.
Dalam sumpah jabatannya itu, BG juga berjanji akan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), demokrasi, supremasi hukum, oboyektif dan profesional.
Seusai pelantikan, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada BG. Kemudian disusul tamu undangan antara lain Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, eks Kepala BIN Sutiyoso dan pejabat tinggi lainnya.
Informasi yang diterima media, BG diberi kenaikan pangkat menjadi jenderal setelah pelantikan tersebut. Dalam foto yang beredar, kemarin petang BG tampak sudah mengenakan seragam polisi dengan empat bintang di pundaknya. Sedangkan saat pelantikan ia mengenakan jas.
BG mengaku bersyukur pelantikannya berjalan lancar. "Pertama-tama, Alhamdullilah saya sudah secara resmi menjadi Kepala BIN sekaligus dinaikkan pangkat menjadi jenderal polisi bintang empat," kata BG kepada wartawan selepas pelantikan.
Sebagai prajurit Bhayangkara, BG berjanji akan memberikan pengabdian terbaik bagi negara ini. "Tentu amanah ini akan saya tunjukkan lewat pengabdian terbaik sebagai prajurit Bhayangkara sejati, jiwa raga saya untuk Merah Putih dan NKRI," katanya dilansir detikcom.
Apa prioritas BG menjadi Kepala BIN? "Ke depan, tentu ada beberapa program penguatan, kemampuan BIN agar makin profesional, objektif, integritas. Itu perintah Bapak Presiden," katanya.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, kenaikan pangkat BG menjadi jenderal berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres).
Boy mengatakan, adanya dua jenderal bintang empat di tubuh Polri tidak menjadi masalah. Pasalnya, secara struktural hanya ada satu jenderal bintang empat di Polri, yakni Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.
"Ya, tapi kan di luar institusi. Artinya tidak di struktural yang satu. Yang satu itu kan di luar, di BIN karena ini kan jabatan setara dengan menteri, pimpinan lembaga, jadi tidak masalah," katanya.
Boy menjelaskan, bukan kali ini saja ada dua jenderal bintang empat di Polri. Beberapa waktu lalu, ada juga kejadian serupa ketika Jenderal Sutarman diberhentikan sebagai Kapolri padahal masih dalam masa dinas aktif.
"Pernah ada, Pak Sutarman kan pensiun masih delapan bulan aktif. Dulu Pak Dai Bahtiar usia 55 sudah turun, padahal 58 baru pensiun. Jadi prinsipnya kalau dalam struktural ya pasti satu. Ini kan on job, tapi job-nya bukan di dalam Mabes Polri," jelas Boy.
Sosok BG sempat menjadi pro-kontra saat dicalonkan sebagai Kepala Polri karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BG lantas mengajukan gugatan praperadilan atas statusnya dan dikabulkan. Meski begitu, presiden kala itu tetap membatalkan pencalonannya sebagai Kapolri.(snc/no)***
TERKAIT



Tulis Komentar