Kebun Sawit Yang Telah Selesai Di Bangun Tahun 2018

Petani Merempan Hulu Merasa Di Bodohi Dinas Pertanian

Kawasan kebun sawit di Merempan Hulu Kecamatan Siak***
MEDIATRANSNEWS, SIAK - Masyarakat Kampung Merempan Hulu Kecamatan Siak Kabupaten Siak yang merupakan calon petani calon lahan (CPCL) Siak II merasa dibodohi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak. Sejak dibangun tahun 2005, hingga sekarang belum juga diserahkan kepada masyarakat.

Sejak kebun tersebut selesai dikerjakan oleh PTPN V tahun 2008, hingga sekarang kebun sawit tersebut belum juga diserahkan kepada masyarakat. Aturannya, tahun 2009 kebun sawit tersebut sudah harus diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat tidak mengerti apa alasan Pemda Siak belum menyerahkannya.

Justru yang terjadi, kebun tersebut dikelola oleh PT. PERSI yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak dan bekerjasama dengan koperasi Lanjung Permai. Selama ini, koperasi Lanjung Permai dan PT PERSI tidak transparan soal keuangan. Dan, hingga sekarang, masyarakat belum pernah menikmati hasil dari kebun.

Masyarakat pemilik lahan yang berjumlah 167 kepala keluarga dan jumlah lahan 487 hektar hanya penonton dan mereka tidak dilibatkan. Karena itu, mereka mendesak Bupati Siak supaya segera menerbitkan SK penetapan CPCL dan menyerahkan lahan kebun sawit tersebut kepada petani.

Dari 167 kepala keluarga yang merupakan CPCL atas kebun tersebut, dibagi menjadi empat kelompok tani. Yang pertama, kelompok Tani Lanjung Indah  sebanyak 41 anggota dan 123 hektar kebun. Kedua, kelompok tani Lanjung Berkat sebanyak 41 anggota dan 123 hektar kebun. Ketiga, kelompok tani Lanjung Jaya sebanyak 41 anggota dan 123 hektar kebun dan keempat, Kelompok Tani Lanjung Permai sebanyak 43 kepala Keluarga dan 129 kebun.

Jumat siang, (13/1) krew wartawan www.riaubangkit.com bersama Korwil Riau LSM LPPNRI Abdullah Sani turun ke lapangan untuk melihat kondisi kebun sawit tersebut.

Kondisi kebun sawit tampak tidak terawat. Si pengelola hanya mengambil buahnya. Sepanjang jalan terdapat rel untuk mengeluarkan Tandan Buah Segar (TBS) ke pinggir jalan besar. Beberapa orang yang ditemui di kebun mengaku tidak mengetahui saol kebun tersebut. Mereka mengaku hanya pekerja. (Mtn/Rbc)*** Bersambung……
TERKAIT