Bantuan Untuk Balita Gizi Buruk

Kadis Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Salurkan Bantuan Untuk Balita Gizi Buruk

Wakil Bupati Bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan,  Kadis Diskes,  saat  Menyalurkan Bantuan Kepada Belita Gizi Buruk***
MEDIATRANSNEWS,  NIAS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Faonaso Laoli, A.md, SE  salurkan bantuan perbaikan gizi  kepada balita penderita gizi buruk di 6 Kecamatan di wilayah  Kabupaten Nias, Rabu (17/01) kemarin

Faonaso Laoli,A.md,SE  dalam laporannya mengatakan pelaksanaan penyaluran bantuan untuk balita gizi buruk ini berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara antara lain beras ukuran 10 kg sebanyak 200 karung, gula pasir 350 kg, kacang hijau 250 kg, marie susu, biskuit @ 180 gram sebanyak 600 bungkus, susu bubuk 1 plus @ 900 gram sebanyak 400 kotak.

Lebih lanjut  Faonaso Laoli mengatakan bahwa pembagian bantauan ini dengan rincian 10 orang menerima beras 8 karung X 10 kg, gula pasir 13 kg, kacang hijau 8 kg, marie susu biscuit 20 bungkus, susu bubuk SGM 20 kotak. Sedangkan yang 20 orang lainnya menerima beras 6 karung X 10 kg, gula pasir 11 kg, kacang hijau 6 kg, marie susu biscuit 20 bungkus, susu bubuk SGM 13 kotak.

Diakhir laporannya, Fanaso Laoli mengatakan balita gizi buruk yang mendapatkan manfaat kegiatan ini adalah balita dari 6 Kecamatan di Kabupaten Nias yaitu Kecamatan Ulugawo, Kecamatan Hiliserangkai, Kecamatan Idanogawo, Kecamatan Ma'u, Kecamatan Sogae'adu dan Kecamatan Somolomolo, ucap Faonaso

Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu SH, MH dalam sambutannya mengatakan dengan adanya upaya perbaikan gizi masyarakat melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu gizi balita diwilayah Kabupaten Nias, khususnya bagi penerima manfaat yang hadir pada hari ini sehingga kesehatan balita terus meningkat dan masalah gizi buruk dan kurang gizi di Kabupaten Nias dapat diatasi, tutur Wakil Bupati

"Saya mengharap kiranya kepada Kepala UPT Puskesmas agar tetap memantau dan monitoring penanganan gizi buruk untuk meminimalisir kasus gizi buruk diwilayah kerjanya masing-masing" tutur Wakil Bupati mengakhiri. (Aro Ndraha/Mtn)***
TERKAIT