Diduga Pelaku salah Satunya Oknum PNS
Hanya Gara-gara Utang 2Juta AH Tega Hilangkan Nyawa PM
Mayat PM yang sudah di kubur pelaku di tepi pantai dekat Bandara Binaka***
NIAS - Warga Desa Hiliweto Kecamatan Gido Kabupaten Nias Peniel Mendröfa yang sehari-hari bekerja di counter Handphone Toko Phone Celuler di Kota Gunungsitoli ditemukan telah menjadi mayat dan dikuur di tepi pinggir pantai dekat bandara Binaka Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara Senin (14/05/2018) pagi.
Informasi yang dihimpun reporter www.metro-online.co dari berbagai sumber yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kronologis kejadian sebagai berikut.
Pada Hari Jumat 11 Mei 2018 sekitar pukul 09.00 Wib Korban Peniel Mendrofa berangkat dari rumahnya menuju tempat kerja yang Beralamat Jln. Dipanegoro Kota Gunungsitoli ( Toko Phone Celulur ) dengan menggunakam sepada Motor Yamaha R15 No. Plat BB 4517 XX. Namun pada Pukul 19.30 Wib Korban pamit pulang dari Toko phone Caluler tempat ia bekerja yang beralamat Di Jln. Dipanegoro Kota Gunungsitoli untuk pulang di rumahnya Di desa Hiliweto Kecamatan Gido Kabupaten Nias.
Selanjutnya, Pukul 19.45 Wib Korban menelpon Orangtua nya bahwa dia akan singgal di Foa untuk menagih uang nya yang di pinjam oleh AH (yang diduga keras sebagai pelaku) Rp. 2.000.000. ( Dua Juta Rupiah) yang beralamat di desa Idanotae Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Pada Pukul 22.00 wib Orangtua Korban mencoba menghubungi tetapi no. Hp tidak aktif lagi.
Pada Hari Sabtu esok harinya 12 Mei 2018 pukul 07.00 Wib Orangtua korban Fanotona Mendrofa menghubungi sanak saudara tetapi tidak ada yang tau keberadaannya hingga sampai sore hari.
Pada Minggu 13 Mei 2018 pukul 06.00 Wib orangtua korban melanjutkan pencarian di sekitar wilayah kota gunungsitoli dan namun upaya mereka mencari sana sini tidak membuatkan hasil untuk menemukan Korban.
Hingga Pada Pukul 22.00 Wib Orangtua Korban An. Fanotona Mendrofa membuat laporan Ke Polsek Gido
Pada pukul 22.15 Wib personil Polsek Gido berangkat menuju Rumah AH yang beralamat di desa Idanotae Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli.
Pada pukul 22.45 Personil polsek Gido tiba di Rumah orangtua AH dan langsung membawa Orangtua AH ke Polsek Gido untuk di mintai keterangan.
Pada pukul 14 Mei 2018 pukul 00.30 Wib personil polsek Gido mencoba menghubungi no. Hp tersangka No. Hp 085.......0997 untuk di jebak dan di angkat oleh AH dan mengajak untuk bertemu di depan Rumahsakit Umum Kota Gunungsitoli.
Pada pukul 00.35 Wib personil Polsek Gido berangkat menuju Kota gunungsitoli untuk menangkap AH.
Pukul 01.25 Wib Personil Polsek Gido menangkap AH di depan Rumahsakit Umum kota Gunungsitoli dengan menggunakan sepada Motor Yamaha R15 No.Plat BB 4517 XX Sepada motor milik Korban Peniel Medrofa.
Ketika dimintai keterangan AH pada saat itulah terungkap bahwa korban telah di bunuh dan dikebumikan di pinggir tepi pantai dekat bandara Binaka.
Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo ketika hendak dimintai keterangan tentang kejadian tersebut diruang kerjanya menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah 2 orang terduga sebagai pelaku yakni AH pekerjaan PNS dan IJH (adek dari AH) kasus tersebut sedang dalam penyelidikan dan pengembangan pihak polres Nias untuk mencari terduga lainnya. (Rls/An)***
Informasi yang dihimpun reporter www.metro-online.co dari berbagai sumber yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kronologis kejadian sebagai berikut.
Pada Hari Jumat 11 Mei 2018 sekitar pukul 09.00 Wib Korban Peniel Mendrofa berangkat dari rumahnya menuju tempat kerja yang Beralamat Jln. Dipanegoro Kota Gunungsitoli ( Toko Phone Celulur ) dengan menggunakam sepada Motor Yamaha R15 No. Plat BB 4517 XX. Namun pada Pukul 19.30 Wib Korban pamit pulang dari Toko phone Caluler tempat ia bekerja yang beralamat Di Jln. Dipanegoro Kota Gunungsitoli untuk pulang di rumahnya Di desa Hiliweto Kecamatan Gido Kabupaten Nias.
Selanjutnya, Pukul 19.45 Wib Korban menelpon Orangtua nya bahwa dia akan singgal di Foa untuk menagih uang nya yang di pinjam oleh AH (yang diduga keras sebagai pelaku) Rp. 2.000.000. ( Dua Juta Rupiah) yang beralamat di desa Idanotae Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Pada Pukul 22.00 wib Orangtua Korban mencoba menghubungi tetapi no. Hp tidak aktif lagi.
Pada Hari Sabtu esok harinya 12 Mei 2018 pukul 07.00 Wib Orangtua korban Fanotona Mendrofa menghubungi sanak saudara tetapi tidak ada yang tau keberadaannya hingga sampai sore hari.
Pada Minggu 13 Mei 2018 pukul 06.00 Wib orangtua korban melanjutkan pencarian di sekitar wilayah kota gunungsitoli dan namun upaya mereka mencari sana sini tidak membuatkan hasil untuk menemukan Korban.
Hingga Pada Pukul 22.00 Wib Orangtua Korban An. Fanotona Mendrofa membuat laporan Ke Polsek Gido
Pada pukul 22.15 Wib personil Polsek Gido berangkat menuju Rumah AH yang beralamat di desa Idanotae Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli.
Pada pukul 22.45 Personil polsek Gido tiba di Rumah orangtua AH dan langsung membawa Orangtua AH ke Polsek Gido untuk di mintai keterangan.
Pada pukul 14 Mei 2018 pukul 00.30 Wib personil polsek Gido mencoba menghubungi no. Hp tersangka No. Hp 085.......0997 untuk di jebak dan di angkat oleh AH dan mengajak untuk bertemu di depan Rumahsakit Umum Kota Gunungsitoli.
Pada pukul 00.35 Wib personil Polsek Gido berangkat menuju Kota gunungsitoli untuk menangkap AH.
Pukul 01.25 Wib Personil Polsek Gido menangkap AH di depan Rumahsakit Umum kota Gunungsitoli dengan menggunakan sepada Motor Yamaha R15 No.Plat BB 4517 XX Sepada motor milik Korban Peniel Medrofa.
Ketika dimintai keterangan AH pada saat itulah terungkap bahwa korban telah di bunuh dan dikebumikan di pinggir tepi pantai dekat bandara Binaka.
Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo ketika hendak dimintai keterangan tentang kejadian tersebut diruang kerjanya menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah 2 orang terduga sebagai pelaku yakni AH pekerjaan PNS dan IJH (adek dari AH) kasus tersebut sedang dalam penyelidikan dan pengembangan pihak polres Nias untuk mencari terduga lainnya. (Rls/An)***
TERKAIT



Tulis Komentar