Oknum RW Di Duga Cabul
Diduga Cabul, Oknum RW Dilaporkan Ke Polresta Pekanbaru
Sejumlah bocah yang diduga korban pencabulan oleh oknum RW, tampak didampingi orangtuanya di Polresta Pekanbarum Rabu (18/07/18)***
PEKANBARU - Seorang oknum ketua RW Kelurahan Mentangor di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru dilaporkan ke Polresta Kota Pekanbaru, Rabu (18/7/2018). Dia dilaporkan terkait dugaan pencabulan terhadap enam orang anak.
"Sebelumnya sudah lapor, ini laporan lanjutan. Ini laporan lanjutan aja," kata salah seorang orangtua korban BU yang putrinya juga menjadi korban perbuatan bejat oknum RW.
Ia mengatakan, kedatangannya ke Polresta Pekanbaru untuk mendesak agar oknum Ketua RW tersebut segera ditangkap.
"Kami tahu setelah anak-anak itu takut dan lari saat melihat oknum RW. Kemudian anak-anak ini cerita satu sama lain bahwa oknum tesebut pernah melakukan tindakan pelecehan yang kemudian terdengar oleh keluarga. Disanalah awal mula tahu. Kemudian masing-masing orangtua barulah bertanya langsung kepada anak," tambahnya.
Menurut pengakuan sang anak, kejadian tersebut dilakukan antara Desember 2017 atau Januari 2018 lalu.
"Oknum ini berdasarkan cerita anak-anak diiming imingi uang. Ada empat orang mau diberi uang sepuluh ribu asalkan memegang kemaluan oknum ini. Sementara dua anak lainnya kemaluannya dipegang oleh oknum tersebut," tambahnya.
Untuk itu, BU berharap pihak kepolisian segera melakukan penahanan terhadap oknum RW tersebut.
"Kami mohon pelaku segera diamankan. Ada yang trauma kalau anak-anak melihat wajah pelaku langsung masuk kerumah. Harapan kita, ini yang namanya jelas ada enam orang anak, inikan bukan hal yang sepele lagi. Bagaimana hak perlindungan anak-anak, cepat amankan pelaku dan jangan biarkan dia berkeliaran dengan wajah tanpa dosanya itu," harap BU.
Sementara Kapolresta Pekanbaru melalui Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto SH SIK membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan adanya tindak asusila yang dilaporkan orangtua korban BU.
"Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus ini", ujarnya singkat. (Aw/Mtnc)***
"Sebelumnya sudah lapor, ini laporan lanjutan. Ini laporan lanjutan aja," kata salah seorang orangtua korban BU yang putrinya juga menjadi korban perbuatan bejat oknum RW.
Ia mengatakan, kedatangannya ke Polresta Pekanbaru untuk mendesak agar oknum Ketua RW tersebut segera ditangkap.
"Kami tahu setelah anak-anak itu takut dan lari saat melihat oknum RW. Kemudian anak-anak ini cerita satu sama lain bahwa oknum tesebut pernah melakukan tindakan pelecehan yang kemudian terdengar oleh keluarga. Disanalah awal mula tahu. Kemudian masing-masing orangtua barulah bertanya langsung kepada anak," tambahnya.
Menurut pengakuan sang anak, kejadian tersebut dilakukan antara Desember 2017 atau Januari 2018 lalu.
"Oknum ini berdasarkan cerita anak-anak diiming imingi uang. Ada empat orang mau diberi uang sepuluh ribu asalkan memegang kemaluan oknum ini. Sementara dua anak lainnya kemaluannya dipegang oleh oknum tersebut," tambahnya.
Untuk itu, BU berharap pihak kepolisian segera melakukan penahanan terhadap oknum RW tersebut.
"Kami mohon pelaku segera diamankan. Ada yang trauma kalau anak-anak melihat wajah pelaku langsung masuk kerumah. Harapan kita, ini yang namanya jelas ada enam orang anak, inikan bukan hal yang sepele lagi. Bagaimana hak perlindungan anak-anak, cepat amankan pelaku dan jangan biarkan dia berkeliaran dengan wajah tanpa dosanya itu," harap BU.
Sementara Kapolresta Pekanbaru melalui Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto SH SIK membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan adanya tindak asusila yang dilaporkan orangtua korban BU.
"Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus ini", ujarnya singkat. (Aw/Mtnc)***
TERKAIT



Tulis Komentar