Program Indonesia Sehat
Dinas Kesehatan Lampung Utara Gelar Program Indonesia Sehat
Dinas Kesehatan Lampung Utara Gelar Program Indonesia Sehat***
LAMPURA - Dinas Kesehatan lampung utara menggelar Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga kamis(02-08-2018) pelaksanaan digelar di Hotel Cahaya kotabumi, yang dihadiri oleh Seluruh Pegawai Puskesmas Se Kabupaten Lampung Utara juga Camat dan Lurah sekabupaten Lampung Utara..
Kegiatan tersebut Dibuka Oleh Kadis Kesehatan Lampung Utara.Dr.Hj.Maya Metissa.M.Kes.
“Kadis Kesehatan Lampung Utara.Dr.Hj.Maya Metissa.M.Kes.menjelaskan
Kebiasaan masyarakat merokok dalam ruangan merupakan salah satu faktor penghambat program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga di wilayah Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Meitisa disela-sela kegiatan advokasi program Indonesia sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di aula hotel cahaya kotabumi, Kamis (2/8/2018).
"Kebiasaan inilah yang menjadi kendala dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena kebiasaan merokok di sekitar lingkungan rumah masih tinggi.
Kegiatan tersebut Dibuka Oleh Kadis Kesehatan Lampung Utara.Dr.Hj.Maya Metissa.M.Kes.
“Kadis Kesehatan Lampung Utara.Dr.Hj.Maya Metissa.M.Kes.menjelaskan
Kebiasaan masyarakat merokok dalam ruangan merupakan salah satu faktor penghambat program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga di wilayah Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Meitisa disela-sela kegiatan advokasi program Indonesia sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di aula hotel cahaya kotabumi, Kamis (2/8/2018).
"Kebiasaan inilah yang menjadi kendala dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena kebiasaan merokok di sekitar lingkungan rumah masih tinggi.
Padahal disana mungkin ada ibu hamil, anak-anak dan lainnya, dan ini dapat menyebabkan adanya perokok pasif," kata dia.
Menurutnya, perokok pasif memiliki bahaya dari pada perokok aktif atau mereka memiliki kebiasaan merokok. Dan dampaknya dapat berakibat lebih fatal, mulai dari penyakit saluran atas (ispa) sampai dengan jantung dan gangguan kehamilan.
"Jadi kita dalam melakukan advokasi ini tidak sendiri, ada dinas lingkungan hidup, bappeda Pemukiman dan Perumahan, PU dan lainnya.
Namun dilapangan sumber daya manusianya (warga) masih belum memenuhi. Sehingga perlu adanya kerja sama dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat kita," terangnya.(Rasyid)***
Menurutnya, perokok pasif memiliki bahaya dari pada perokok aktif atau mereka memiliki kebiasaan merokok. Dan dampaknya dapat berakibat lebih fatal, mulai dari penyakit saluran atas (ispa) sampai dengan jantung dan gangguan kehamilan.
"Jadi kita dalam melakukan advokasi ini tidak sendiri, ada dinas lingkungan hidup, bappeda Pemukiman dan Perumahan, PU dan lainnya.
Namun dilapangan sumber daya manusianya (warga) masih belum memenuhi. Sehingga perlu adanya kerja sama dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat kita," terangnya.(Rasyid)***
TERKAIT



Tulis Komentar