Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 28 Januari 2023
INDEX BERITA

Siswanto: Mari Bangun Roda Organisasi LBLK Kab. Bengkalis
Sofyan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Sambangi Jajanan Kuliner Sri Pulau
Polres Bengkalis Kembali Mengungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu
Bupati Rohil: Sekda Merupakan Bapaknya ASN
Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, DPRD Lakukan Rapat Kerja
Bupati Kasmarni Hibahkan Tanah Kepada Bakamla
Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso Memberikan Selamat Kepada PPS Yang Baru Dilantik.
Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Resmi Kukuhkan DPC PMNBI Kab.Pelalwan
Wabup Bagus: Olahraga Ajarkan Kedisiplinan Dan Gotong Royong
PMNBI Segera Laksanakan Perayaan Natal 2022 Dan Syukuran Tahun Baru 2023
Pansus Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sani: Memprioritaskan Anak-Anak Dini Wajib Belajar
Kadis Kominfo Pemkab Kampar Sampaikan Himbauan Pj. Bupati Kampar
Schedule Rencana Kerja Pansus PT. BSP Mulai Disusun
Kepala Desa Buka Pertanding Sampan Layar Jilid 3 Ketam Putih
Muflihun Targetkan Pekan Ketiga Januari Layanan Doctor On Call Diresmikan
Pimpinan Beserta Anggota DPRD Kab Bengkalis Hadiri Rapat Kordinasi
Bupati Bengkalis Kasmarni Serahkan DPA Ke SKPD
Bupati Bengkalis Apresiasi Kinerja Kejari
Kades Meskom Terima Kunjungan Al Ustadz Kembar Alwi dan Aldi Dari Jakarta
Bupati Dan Wabup Rohil Hadiri Pelantikan Anggota PPK Pemilu Tahun 2024
Open Turnamen Bupati 2022, Ditutup Langsung Bupati Rohil
Pisah Sambut Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll A Bengkalis
Anggota DPRD Kab. Bengkalis Fraksi PDI Perjuangan Lakukan Bimtek
Gubri: Kadis PUPR Riau Harus Terbuka Terkait Proyek Ke Publik
Pemprov. Riau
APBD Riau
APBD Riau Dari 8,3 Naik Menjadi Rp9,3 Triliun

Kamis, 08/11/2018 - 23:04:06 WIB
Foto Net***
 
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau 2019 dari sebelumnya 8,3 triliun, akan naik menjadi Rp9,3 triliun. Penambahan alokasi belanja daerah tersebut berasal dari dana transfer berasal dari berbagai sumber anggaran.

Yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp450 miliar lebih, kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp80 miliar lebih serta dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp600 miliar.

"Memang ada penambahan, pertama itu DAK, kemudian DAU serta terakhir DBH," kata Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, Selasa (6/11/18).

Menurut Sekdaprov, untuk DBH besaran transfer dari pusat sebanyak Rp600 miliar tersebut, menyesuaikan karena kenaikan harga minyak dipasaran yang trendnya mengalami kenaikan. Hal itu tentunya berdampak positip bagi keuangan daerah terutama kabupaten kota yang selama ini bergantung pada sumber pendapatan pada DBH tersebut.

Penyesuaian juga sangat mungkin dilakukan andai saja kenaikaan harga minyak dunia terus mencapai rekor tertingginya setelah sempat anjlok dalam beberapa tahun terkahir. Berbeda dengan sumber alokasi lainnya.

"Tapi DAK itukan mandatori, kegiatannya jelas, top down dari pusat. Artinya, kita juga tak bisa merubah kegiatan. Dia bentuknya kegiatan, bukan uang segar. Kemudian tambahan itu ada juga dari DAU," jelas Hijazi.

Dari tambahan alokasi dana transfer dari pusat tersebut, mantan Kadisperindag Kota Batam ini memaparkan, akan diutamakan untuk pembayaran sisa tunda bayar 2018. Sisanya baru akan dibayarkan kembali pada 2018 nanti.

"Kita berharap, kalau pun ini jadi pendapatan, sebagiannya akan diutamakan untuk pemabayaran tunda bayar 2018, mungkin masih tersisa 2019. Harapan kita seperti itu. Tapi itu tergantung Banggar DPRD Riau juga bagaimana menyikapinya. Karena pembahasan ini juga melibatkan Banggar juga," ujar Hijazi. (Mcr/Mtnc)***

Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved