Hasil Pekerjaan Memprihatinkan, Masyarakat Kecewa
Kondisi Pekerjaan Proyek Lanjutan Jalan Sei Rakyat-Sei Siarti Yang Menelan Dana Miliaran Rupiah
Kondisi jalan Sei Rakyat-Sei Siarti yang berlokasi di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu***
LABUHANBATU, (Mediatransnews) - Pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Sei Rakyat-Sei Siarti yang berlokasi di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu. Jalan ini disaat musim hujan menjadi lumpur dan sulit untuk dilalui masyarakat.
Pekerjaan ini di keejakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu, yang di kerjakan oleh rekanan, CV Widya Kencana dengan Pagu anggaran 1 M (Satu Milyar) lebih dengan waktu pengerjaan berakhir di bulan Desember 2019, dalam proses pengerjaan ini yang sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Pasalnya, yang mana proyek ini sejak dimulai bulan Oktober lalu menjadi perbincangan warga, dikarenakan jalan yang selama ini dilalui warga tersebut menjadi jalan utama keluar masuknya perputaran perekonomian mereka.
Sumber media ini, Salah seorang warga, Nurhayati yang sehari-harinya melintasi jalan tersebut, "mengatakan" sangat kecewa dengan penimbunan peningkatan jalan ini, kerena sangat terganggu perkonomian kami, yang mana jalan ini sulit untuk kami lalui karena sangat becet dan berlumpur.
“Tengoklah Pak, proyek ini menelan dana anggarannya 1 M lebih tapi kita lihat sendiri kondisi jalannya seperti ini, jalan yang sehari-harinya kami gunakan menjadi sulit untuk dilalui jadi locah (red-becek) dan licin saat sekarang ini, tanpa memikirkan akses kelancaran transportasi warga†sebutnya kepada awam media.
Lanjut sumber, Wanita cantik beranak tiga ini mengaku, waktu itu, sebelum adanya proyek peningkatan jalan tersebut, jalan itu tidak sebegitu parahnya ketika musim hujan untuk di lalui. Masih mudah dilalui tidak licin seperti saat sekarang ini.
“Sebelum ada proyek ini, jalan tersebut tidak licin seperti sekarang ini, masih banyak terlihat batu-batu jalan dan mudah dilalui walaupun dalam keadaan hujan, berbeda seperti saat sekarang ini. Proyek miliaran kok materialnya seperti ini, jadi lumpur†ucapnya Nurhayati dengan rasa penuh kekecewaan.
Pantauan awam media di lokasi seperti yang terlihat pada gambar, bahwa pengerjaan peningkatan badan jalan, seperri di ketahui berbiaya Satu Milyar lebih di Desa yang berlokasi di Bagan Bilah tersebut, jalan berlumpur dan bergelombang hingga mengakibatkan penggunaan jalan kewalahan dan harus ekstra hati-hati untuk melalui jalan yang sehari-harinya menjadi akses jalan utama masyarakat sekitar dan setempat.
Hingga turunnya berita ini, belum berhasil di konfirmasi kepada pihak terkait baik rekanan maupun pihak dinas PUPR, namun demikian media ini mesih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada pihak tekait untuk peblikasi atau lanjutan berita di media ini. Bersambung (Rls/Sr)***
Pekerjaan ini di keejakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu, yang di kerjakan oleh rekanan, CV Widya Kencana dengan Pagu anggaran 1 M (Satu Milyar) lebih dengan waktu pengerjaan berakhir di bulan Desember 2019, dalam proses pengerjaan ini yang sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Pasalnya, yang mana proyek ini sejak dimulai bulan Oktober lalu menjadi perbincangan warga, dikarenakan jalan yang selama ini dilalui warga tersebut menjadi jalan utama keluar masuknya perputaran perekonomian mereka.
Sumber media ini, Salah seorang warga, Nurhayati yang sehari-harinya melintasi jalan tersebut, "mengatakan" sangat kecewa dengan penimbunan peningkatan jalan ini, kerena sangat terganggu perkonomian kami, yang mana jalan ini sulit untuk kami lalui karena sangat becet dan berlumpur.
“Tengoklah Pak, proyek ini menelan dana anggarannya 1 M lebih tapi kita lihat sendiri kondisi jalannya seperti ini, jalan yang sehari-harinya kami gunakan menjadi sulit untuk dilalui jadi locah (red-becek) dan licin saat sekarang ini, tanpa memikirkan akses kelancaran transportasi warga†sebutnya kepada awam media.
Lanjut sumber, Wanita cantik beranak tiga ini mengaku, waktu itu, sebelum adanya proyek peningkatan jalan tersebut, jalan itu tidak sebegitu parahnya ketika musim hujan untuk di lalui. Masih mudah dilalui tidak licin seperti saat sekarang ini.
“Sebelum ada proyek ini, jalan tersebut tidak licin seperti sekarang ini, masih banyak terlihat batu-batu jalan dan mudah dilalui walaupun dalam keadaan hujan, berbeda seperti saat sekarang ini. Proyek miliaran kok materialnya seperti ini, jadi lumpur†ucapnya Nurhayati dengan rasa penuh kekecewaan.
Pantauan awam media di lokasi seperti yang terlihat pada gambar, bahwa pengerjaan peningkatan badan jalan, seperri di ketahui berbiaya Satu Milyar lebih di Desa yang berlokasi di Bagan Bilah tersebut, jalan berlumpur dan bergelombang hingga mengakibatkan penggunaan jalan kewalahan dan harus ekstra hati-hati untuk melalui jalan yang sehari-harinya menjadi akses jalan utama masyarakat sekitar dan setempat.
Hingga turunnya berita ini, belum berhasil di konfirmasi kepada pihak terkait baik rekanan maupun pihak dinas PUPR, namun demikian media ini mesih berupaya untuk mengkonfirmasi kepada pihak tekait untuk peblikasi atau lanjutan berita di media ini. Bersambung (Rls/Sr)***
TERKAIT



Tulis Komentar