Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 28 Januari 2023
INDEX BERITA

Siswanto: Mari Bangun Roda Organisasi LBLK Kab. Bengkalis
Sofyan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Sambangi Jajanan Kuliner Sri Pulau
Polres Bengkalis Kembali Mengungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu
Bupati Rohil: Sekda Merupakan Bapaknya ASN
Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, DPRD Lakukan Rapat Kerja
Bupati Kasmarni Hibahkan Tanah Kepada Bakamla
Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso Memberikan Selamat Kepada PPS Yang Baru Dilantik.
Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Resmi Kukuhkan DPC PMNBI Kab.Pelalwan
Wabup Bagus: Olahraga Ajarkan Kedisiplinan Dan Gotong Royong
PMNBI Segera Laksanakan Perayaan Natal 2022 Dan Syukuran Tahun Baru 2023
Pansus Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sani: Memprioritaskan Anak-Anak Dini Wajib Belajar
Kadis Kominfo Pemkab Kampar Sampaikan Himbauan Pj. Bupati Kampar
Schedule Rencana Kerja Pansus PT. BSP Mulai Disusun
Kepala Desa Buka Pertanding Sampan Layar Jilid 3 Ketam Putih
Muflihun Targetkan Pekan Ketiga Januari Layanan Doctor On Call Diresmikan
Pimpinan Beserta Anggota DPRD Kab Bengkalis Hadiri Rapat Kordinasi
Bupati Bengkalis Kasmarni Serahkan DPA Ke SKPD
Bupati Bengkalis Apresiasi Kinerja Kejari
Kades Meskom Terima Kunjungan Al Ustadz Kembar Alwi dan Aldi Dari Jakarta
Bupati Dan Wabup Rohil Hadiri Pelantikan Anggota PPK Pemilu Tahun 2024
Open Turnamen Bupati 2022, Ditutup Langsung Bupati Rohil
Pisah Sambut Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll A Bengkalis
Anggota DPRD Kab. Bengkalis Fraksi PDI Perjuangan Lakukan Bimtek
Gubri: Kadis PUPR Riau Harus Terbuka Terkait Proyek Ke Publik
Pemprov. Riau
Presiden: Pentingnya Keterlibatan Semua Stakeholder
Wagubri Edy Natar, Ikut Canangkan Gerakan Bersama Eliminasi TBC 2030

Kamis, 30/01/2020 - 10:41:56 WIB
Wagubri Edy Natar Nasution saat turut hadir pada acara Gerakan Bersama Elminasi Tuberkolosis (TBC) 2030***
 
TERKAIT:
   
 
JAKARTA, (Mediatranenws) - Wagubri Edy Natar Nasution turut hadir pada acara Gerakan Bersama Elminasi Tuberkolosis (TBC) 2030.

Presiden Jokowi langsung hadir mencanangkan gerakan tersebut, bertempat di Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Presiden menegaskan pentingnya keterlibatan semua stakeholder dalam menyukseskan program tersebut agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa meningkat.

"Percuma ekonomi meningkat kalau rakyatnya tidak sehat. Ini perlu saya tegaskan kepada seluruh daerah," tegas Jokowi seraya menambahkan bahwa masalah gerakan eliminasi TBC bukan hanya kerja dinas kesehatan.

Tapi semua pihak, termasuk Kementerian PU atau Dinas PU. Karena kalau drainase kotor, rumah jorok, misalnya, pihak PU harus bertanggungjawab.

Dalam acara tersebut, Jokowi didampingi sejumlah menteri. Di antaranya Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Hadir pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, beberapa bupati/wali kota di Provinsi Jawa Barat serta komunitas dan pegiat pemberantasan penyakit tuberkulosis.

Wagubri hadir bersama Kadis Kesehatan Mimi Yuliani Nazir dan Sekretaris Bappeda Provinsi Riau Purnama.

Menurut Jokowi, penyakit TBC adalah permasalahan yang harus dibenahi. Karena, pengaruh negatifnya bukan hanya pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga berkaitan dengan produktivitas masyarakat.

"Saya hadir di sini karena sehat, kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia sehat. SDM unggul adalah prioritas yang harus sehat semua. Saya ingin mendukung keras kegiatan eliminasi TBC pada tahun 2030. Percuma kalau masyarakat ga sehat, (nantinya) merembet ke mana-mana ke (sektor) pendidikan, ke pekerjaan, ke mana-mana," ucap dia.

Indonesia kini menempati urutan ketiga untuk kasus TBC terbanyak di dunia setelah India dan China.

Bahkan, penyakit ini termasuk salah satu dari lima besar penyebab kematian prematur dan kematian penduduk di Indonesia sepanjang tahun 2007-2017.

Ia mengingatkan bahwa merealisasikan target eliminasi TBC tahun 2030 tidak akan mudah. Perlu kerja keras lintas sektor secara komprehensif, tidak hanya bisa mengandalkan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah pun memiliki peran sama sama penting.

Tanpa pelibatan sektor lain, kematian akibat TBC pada 2015-2030 diperkirakan dapat merugikan 0.7 persen PDB Indonesia di tahun 2030, atau 123.6 miliar USD. Catatan itu berdasarkan data Global Economic Impacy of TB, Result & KPMG tahun 2017. (Mcr/Mtn)***
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved