Maswidar Laia: Minta Rekaman Video Jangan Di Sebarkan
Bangunan Kemendikbud Di SDN Lagundri Diduga Jadi Lahan Korupsi
Maswida Laia, Kepala Sekolah SD Negeri Lagundri ***
NESEL, (Mediatransnews.com) - Terkait Dana bantuan rehabilitasi atau bangunan gedung dari Kementrian pendidikan TA. 2019 di SD Negeri Lagundri sebesar Rp 1,6 Milyar diduga terindikasi korupsi.
Ironisnya Dana dari Kementrian yang diperuntukan pada rehabilitasi dan pembangunan gedung berskala 2 Lantai, namun sayang bangunan ini berdiri tanpa ada “Pondasi dan Balok slofâ€.
Kepala Sekolah SD Negri Lagundri Maswidar Laia saat dikonfirmasi Tean Bratapos Sumbagut mengatakan, â€bangunan Sekolah ini sudah dipasang pondasi dan balok slof, sedangkan pada pemasangan batu pertama dan pondasi langsung dihadiri oleh Bupatiâ€. Kata Maswidar.
Namun setelah di izinkan untuk memperlihatkan hasil Rekaman Video , hasil rekaman awal pada pekerjaan bangunan itu, Maswidar Laia langsung diam dan berkata “pak tolong, rekaman Video ini jangan di sebarkanâ€. Pinta Maswidar.
Ditempat berbeda, Komite Sekolah SD Negeri Lagundri berinisial NG kepada media Bratapos.com mengungkapkan, â€sebenarnya bantuan gedung bangunan ini Langsung dari Kementrian Pendidikan, sebagai warga Masyarakat Desa Lagundri kami sangat berterimakasih, tapi sayang, bangunan ini kami ragukan kualitas kekohannya terkait tidak dipasangnya balok slof dan pondasi.
Sebagai Komite di sekolah itu, saya sudah berulang kali mengingatkan mereka (kasek) terkait pondasi dan balok slof gedung itu, namun mereka tidak menghiraukan, bahkan pernah saya sampaikan kepada salah satu utusan dari Kementrian dan ibu itu terkejut ketika mendengar bahwa bangunan itu berdiri tanpa pondasi dan balok slof tandasya.
Lanjut NG menyampaikan, kepala Tukang yang mengerjakan bangunan Sekolah itu juga mengatakan, saya sebagai kepala tukang pada pekerjaan itu, siap bersaksi didepan Hukum bila diperlukan, bangunan itu memang tidak ada pondasi dan balok slof katanya.
Seterusnya, saya selaku Komite dan seluruh Masyarakat Desa Lagundri, kami sangat khawatir atas keselamatan anak anak jika mengikuti proses belajar di gedung bangunan itu, apalagi Nias selatan Pada umumnya rawan gempah, mewakili masyarakat Desa Lagundri kami mohon supaya pihak inspektorat Nisel dan tim Teknis segera mengaudit bangunan itu. Jelas NG. (Red)***
Ironisnya Dana dari Kementrian yang diperuntukan pada rehabilitasi dan pembangunan gedung berskala 2 Lantai, namun sayang bangunan ini berdiri tanpa ada “Pondasi dan Balok slofâ€.
Kepala Sekolah SD Negri Lagundri Maswidar Laia saat dikonfirmasi Tean Bratapos Sumbagut mengatakan, â€bangunan Sekolah ini sudah dipasang pondasi dan balok slof, sedangkan pada pemasangan batu pertama dan pondasi langsung dihadiri oleh Bupatiâ€. Kata Maswidar.
Namun setelah di izinkan untuk memperlihatkan hasil Rekaman Video , hasil rekaman awal pada pekerjaan bangunan itu, Maswidar Laia langsung diam dan berkata “pak tolong, rekaman Video ini jangan di sebarkanâ€. Pinta Maswidar.
Ditempat berbeda, Komite Sekolah SD Negeri Lagundri berinisial NG kepada media Bratapos.com mengungkapkan, â€sebenarnya bantuan gedung bangunan ini Langsung dari Kementrian Pendidikan, sebagai warga Masyarakat Desa Lagundri kami sangat berterimakasih, tapi sayang, bangunan ini kami ragukan kualitas kekohannya terkait tidak dipasangnya balok slof dan pondasi.
Sebagai Komite di sekolah itu, saya sudah berulang kali mengingatkan mereka (kasek) terkait pondasi dan balok slof gedung itu, namun mereka tidak menghiraukan, bahkan pernah saya sampaikan kepada salah satu utusan dari Kementrian dan ibu itu terkejut ketika mendengar bahwa bangunan itu berdiri tanpa pondasi dan balok slof tandasya.
Lanjut NG menyampaikan, kepala Tukang yang mengerjakan bangunan Sekolah itu juga mengatakan, saya sebagai kepala tukang pada pekerjaan itu, siap bersaksi didepan Hukum bila diperlukan, bangunan itu memang tidak ada pondasi dan balok slof katanya.
Seterusnya, saya selaku Komite dan seluruh Masyarakat Desa Lagundri, kami sangat khawatir atas keselamatan anak anak jika mengikuti proses belajar di gedung bangunan itu, apalagi Nias selatan Pada umumnya rawan gempah, mewakili masyarakat Desa Lagundri kami mohon supaya pihak inspektorat Nisel dan tim Teknis segera mengaudit bangunan itu. Jelas NG. (Red)***
TERKAIT



Tulis Komentar