Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 20 Oktober 2020
INDEX BERITA

DPRD KAMPAR Kunjungi Tugu Khatulistiwa Makam Syech Burhanudin
Masyarakat Riau Asal Nias Barat Laksanakan Deklarasi Relawan Menangkan ELMAR
LSM Dan Aktifis: Desak Polda Riau Perintahkan Jajarannya Berantas Judi Togel
Danrem 031 Wirabima Dukung Pencegahan Dan Pemberantas Narkoba
Setelah Viral Pemberitaan Di Media Oknum Wartawan Dapat Kiriman Pistol Via WA
Bupati Kampar Kunjungan Kerja Di Desa Pandau Jaya
Sökhiaro Halawa Nakhodai DPC HIMNI Kab. Siak Periode 2020-2024
Kapolda Riau Terima Penghargaan Indonesia Award 2020
UKM LIRA Riau Sesalkan Arogansi Satpol PP Kampar
Belum Di Prosesnya Perusak Fasilitas Cafe, Kapolres Janji Akan Tanyakan Sama Kapolsek
Mendalami Fakta Baru Terkait Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Mewakili Bupati Kampar Monitoring Seluruh Posko PSBM Yang Barada Di Siak Hulu
Pemda Kampar Terus Upayakan Pencegahan Covid-19
Kades Pandau Jaya Melaksanakan Patroli Malam
Menkes RI: Pers Pahlawan Bangsa Ditengah Pandemi
Dua Ribuan Lebih Mobil Plat Merah Nunggak Pajak
Terkait Proyek Jembatan Waterfront City Kampar, KPK Dalami Peran Dosen UI
Firdaus Roja, Pimpin Razia Penegakkan Protokol Kesehatan
Kuasa Hukum Pajaruddin Somasi PT. Cahaya Amal Gemilang
Sidak Komisi II Anggota DPRD Kampar Temukan Berbagai Kegiatan
AKBP M. Kholid Berjanji Akan Lakukan Penindakan Atas Menjamurnya Judi Jenis Togel
Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat
LSM: Minta Aparat Polsek Proses Pelaku Perusak Fasilitas Warung Milik YG
Dari Empat Terdakwa Kasus Kurir Narkoba Dua Divonis Mati
LSM: Meminta KPK Agar Menahan Oknum Yang Sangat Terlibat Dalam Kasus Waterfront City Kampar
DPRD Pekanbaru Kota
Sejumlah RW Tolak Bantuan Vovid
Anggota DPRD Pekanbaru Berjanji Mengusut Persoalan Bantuan Covid

Kamis, 04/06/2020 - 11:06:25 WIB
Kelurahan Padang Terubuk. Mereka menolak bantuan tersebut karena nilai barangnya tidak sesuai dengan ketentenuan atau harapan mereka***
 
PEKANBARU, (Mediatransnews.com) – Bantuan Pemprov Riau yang dialokasikan melalui Pemko Pekanbaru yang kemudian menunjuk masing-masing lurah sebagai pengguna anggaran yang ditolak oleh sejumlah RW di Kelurahan Padang Terubuk. Mereka menolak bantuan tersebut karena nilai barangnya tidak sesuai dengan ketentenuan atau harapan mereka.

Hal ini disampaikan salah seorang Ketua RW, Buchari Abdullah saat pertemuan dengan Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Doni Saputra dan anggota Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti di Pekanbaru, pada selasa (02/06/2020).

Menurut Buchari, awalnya sejumlah Ketua RW di Kelurahan Padang Terubuk diundang Lurah Padang Terubuk, Raymond rapat sekitar Bulan Februari lalu.

Saat itu Lurah meminta seluruh RW untuk membuka posko penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Selanjutnya sekitar akhir Bulan Mei 2020 datang bantuan Covid-19 yang dialokasikan ke masing-masing kelurahan sebesar Rp100 juta.

Bantuan tersebut berupa alat penyemprotan desinfektan, cairan desinfektan, masker dan spanduk dua unit. Lurah kemudian meminta masing-masing Ketua RW untuk mengambil bantuan tersebut. Namun hingga, Selasa (02/06/2020) masih ada tiga RW yang belum mengambil bantuan tersebut karena mereka menilai bantuan tidak sesuai dengan nilainya.

Salah seorang Ketua RW lainnya Pusdi saat itu meminta anggaran operasional untuk pelaksanaan penyemprotan. Namun permintaan tersebut ditolak Lurah Padang Terubuk karena memang anggaran untuk itu tidak ada, kata Pusdi.

Konsekuensinya, bantuan tersebut kemudian ditolak oleh tiga RW setempat dan hingga saat ini masih menumpuk di Kantor Lurah Padang Terubuk.

Tiga Ketua RW tersebut secara tegas mengatakan nilai bantuan yang semestinya mereka terima tak sesuai dengan informasi yang ada.

“Masa uang Rp 100 juta cuma dapat yang begituan. Tak mau lah kami,” katanya lagi.

Sementara anggota DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti berjanji akan mengusut secara tuntas persoalan tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra bersama anggota Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti dan anggota Fraksi PKS Muhammad Isa Lahamid

“Kita akan panggil sejumlah Lurah yang bermasalah ke Kantor DPRD Pekanbaru untuk menjelaskan persoalan ini,” katanya saat pertemuan di Pekanbaru, Selasa (02/06/2020).

Menurutnya lagi, anggaran bantuan tersebut mencapai Rp8,3 miliar dan dialokasikan masing-masing kelurahan mendapat Rp100 juta.

“Jumlah kelurahan di Pekanbaru kan ada 83 kelurahan dan masing-masing menerima bantuan Rp100 juta melalui RW Siaga,”.

Pihaknya juga mempertanyakan kapasitas RW Siaga terkait penyaluran bantuan tersebut. “Setahu saya, RW Siaga itu tidak ada. Kok sekarang ujuk-ujuk namanya tiba-tiba muncul,” katanya mempertanyakan.

Pihaknya menilai proporsional anggaran harus jelas peruntukannya. Nilai bantuan Rp100 juta harus jelas alokasinya.

“Saya akan minta alokasi anggaran terkait dana Rp100 juta dari masing-masing lurah. Jika perlu nanti semua lurah akan kita panggil ke DPRD Pekanbaru untuk menjelaskan secara detail,” tegasnya Doni.

Selain itu dirinya juga mempertanyakan belanja anggaran berupa hand sanitizer dan alat penyemprotan desinfektan di masa sekarang.

“Peruntukan bantuan sudah tidak tepat lagi di kondisi saat sekarang,” kata Doni (Rls)***





Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved