Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 31 Oktober 2020
INDEX BERITA

Hutomolin Alias Tony Ancam Laporkan Wartawan Yang Meliput Usahanya
Diskes Kampar: Akui Pabrik Roti Milik Saut Tobing Tidak Miliki Perizinan Produksi PIRT
Mabes Polri Mendukung Langkah Tegas Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau
Kapolda Riau Pecat Perwira Polisi Imam Zaidi Zaid Karena Kasus Bawa 16 Kilogram Sabu
Lembaga IPSPK3-RI: Meminta Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Turun Ke Lokasi
Pabrik Roti Milik S. Tobing Tidak Miliki Izin Lingkungan Dan Hygienis Juga IPAL Atau SPAL
RR Yang Diboceng DZ Meninggal Di Tempat
LAN Riau Berharap Kepada Kapolda Riau Beri Penghargaan Kepada Anggotanya
Pengrusakan Fasilitas Warung Milik YG Sudah Satu Bulan Masih Sebatas SP2HP
Pemkab Kampar Apresiasi Program Jonguok Desa Kecamatan Tambang
Field Trip Pekansikawan Jadikan Kampar Sebagai Tujuan Study Pariwisata
Warga Meminta Pihak DPRD Dan DLH Kabupaten Kampar Turun Ke Lokasi Pabrik Roti
Industry Roti Rumahan Milik Tobing Edarkan Roti Tak Berlebel
Bhabinkamtibmas Monitor Musdes Pandau Jaya
Pdt. Masieli Zendrato Prases Resort 57 Resmikan Jemaat Persiapan Faomakhöda Manggis Tobal
DPRD KAMPAR Kunjungi Tugu Khatulistiwa Makam Syech Burhanudin
Masyarakat Riau Asal Nias Barat Laksanakan Deklarasi Relawan Menangkan ELMAR
LSM Dan Aktifis: Desak Polda Riau Perintahkan Jajarannya Berantas Judi Togel
Danrem 031 Wirabima Dukung Pencegahan Dan Pemberantas Narkoba
Setelah Viral Pemberitaan Di Media Oknum Wartawan Dapat Kiriman Pistol Via WA
Bupati Kampar Kunjungan Kerja Di Desa Pandau Jaya
Sökhiaro Halawa Nakhodai DPC HIMNI Kab. Siak Periode 2020-2024
Kapolda Riau Terima Penghargaan Indonesia Award 2020
UKM LIRA Riau Sesalkan Arogansi Satpol PP Kampar
Belum Di Prosesnya Perusak Fasilitas Cafe, Kapolres Janji Akan Tanyakan Sama Kapolsek
Hukrim
Fakta Baru Dengan Mendalami Keterangan Para Terdakwa
Mendalami Fakta Baru Terkait Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Rabu, 07/10/2020 - 10:51:58 WIB
Kedua terdakwa (ft)***
 
MEDAN, (Mediatransnews) - PN (Pengadilan Negri) Medan,  menggelar sidang kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, Rabu (20/5) lalu. Dalam persidangan itu, Hakim mengulik fakta baru dengan mendalami keterangan para terdakwa.

Di persidangan, terkuak bahwa Zuraida Hanum (41), yang merupakan istri korban (hakim Jamaluddin), telah melakukan hubungan intim dengan Jefri Pratama (42).

“Dua kali kami melakukan hubungan badan di mobil, kalau sama yang di kamar kurang lebih 5 kali,” jelas Zuraidah kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik melalui sidang teleconfrence, di ruang cakra VIII PN Medan, dikutip dari Tribunnews.com, Jum’at (22/5).

Pada sidang sebelumnya, terungkap Hakim anggota Imanuel Tarigan yang mengatakan ada hubungan intim antara Zuraida Hanum dengan Jefri Pratama.

Kemudian dikembangkan oleh Majelis hakim Erintuah Damanik dengan mengatakan pernah didalam mobil juga. “Kamu pernah berhubungan suami istri dengan Zuraida?. Kamu jujur, soalnya ini di BAP kamu sudah jelas,” kata Imanuel Tarigan, pada sidang sebelumnya.

Zuraida Hanum juga membeberkan kisah perselingkuhan dalam rumahtangganya bersama hakim Jamaluddin. Kisah itu menjadi kesaksian Zuraida dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam keterangannya, Zuraida mengungkapkan dua wanita yang menjadi selingkuhan hakim Jamaluddin. Ia pun menyebutkan suami dari seorang perempuan tersebut sempat menggerebek rumah Jamaluddin.

“Ada dua orang perempuan Pak, ada Rina Hayati, yang sampai digerebek oleh suaminya yang dari Padang ke Medan,” kata Zuraida Hanum menjawab pertanyaan penasihat hukumnya, Onan Purba.

Kemudian, Zuraida menyebutkan nama seorang pegawai di lingkungan PN Medan, yang saat itu bertugas sebagai guru senam. “Kemarin itu dia bertugas sebagai guru senam di PN Medan,” ucap Zuraida, yang langsung dipotong oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik.

Hakim Erintuah mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dipublikasikan karena tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan. Onan kemudian mengalihkan pertanyaannya tentang korban yang mengambil uang atas nama Zuraida di salah satu bank daerah di Aceh sebesar Rp 4 miliar.

“Ada pak, di Bank Aceh itu ada utang saya. Jadi yang dikira orang dia banyak uang, padahal itu uang saya pak, mati-matian saya membayar utang tersebut,” katanya kepada Majelis hakim.

Zuraida menambahkan juga sering melihat Jamaluddin video call dengan asisten pribadinya hingga larut malam. “Dia itu, sering video call dengan Cut, asisten pribadinya. Saya sering melihatnya,” katanya.

Diketahui, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, menjadi korban pembunuhan oleh istrinya dan dua orang pembunuh bayaran. Mayat korban dibuang di Perladangan Kebun Sawit milik Darman Sembiring di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang. (Rls/Mtn)***



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved