Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 22 Januari 2021
INDEX BERITA

Bupati Kampar Terima Kunjungan Tanoto Foundation
Yulisman Ketua DPRD Riau Ikuti Zoom Meeting Bersama Perkumpulan Scale
Satu Dari Tiga Pelaku Narkoba Meninggal
DPRD Kabupaten Kampar Kunker Di Disdik Dharmasraya
Heri Kawi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Segara Panggil Kadisdik Kota Pekanbaru
DPD SPRI Riau Gelar Seminar Menghapus Praktek Monopoli Belanja Iklan Media
Dinkes Kampar Beri Penjelasan Dan Alur Tahapan Pemberian Vaksin Covid
Alasan Memeriksa Siapa Pemakai Narkoba, Hp Pun Dibawa Kabur
Buruh Sapu THL Datangin Kediaman Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru
Dua Orang Satu Wanita Pengedar Ganja Ditangkap Resnarkoba Polres Kampar
Puan: Kapolri Diangkat Dan Diberhentikan Presiden Dengan Persetujuan DPR RI
PH Pelaku Pembunuh Sama Arti Zai Berhasil Ditangkap Sat Reskrim Polres Pelalawan
Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim) Polri, Calon Kuat Kapolri Dari 5 Yang Di Ajukan
Ketum IKNR P. Zalukhu: Selamat Ulang Tahun PDIP Ke-48, Semoga PDIP Semakin Jaya
Warga Asahan Terkonfirmasi Covid 19 Capai 447 Orang
Bhayangkari Cabang Asahan Serahkan Buku Pesona Dan Baju Adat Pengantin Indonesia
PNW Prov Riau 2020 Berikan Bansos Kepada Keluarga Alm Wartawan
Pemerintah Kabupaten Asahan Tandatangani MOU Dengan Universitas Asahan
Natal Wartawan Nasrani Dan Insan Pers Prov Riau Tahun 2020 Berjalan Baik Dan Sukses
Gus Yaqut: Tidak Ada Indonesia Jika Tidak Ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu
Polsek Siak Hulu Amankan AR Yang Diduga Penggelapan Sepeda Motor
Kapolda dan Forkopimda Riau Tinjau Prokes Gereja Di Kota Pekanbaru
Panitia Natal Wartawan Tahun 2020, Berbagi Kasih Dengan Anak Panti Asuhan
LSM IPPH: Minta Pihak Terkait Untuk Tidak PHO Proyek Normalisasi Tersebut
Akhirnya Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Judi Togel Di Desa Tanah Merah Kab. Kampar
Hukrim
Fakta Baru Dengan Mendalami Keterangan Para Terdakwa
Mendalami Fakta Baru Terkait Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Rabu, 07/10/2020 - 10:51:58 WIB
Kedua terdakwa (ft)***
 
MEDAN, (Mediatransnews) - PN (Pengadilan Negri) Medan,  menggelar sidang kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, Rabu (20/5) lalu. Dalam persidangan itu, Hakim mengulik fakta baru dengan mendalami keterangan para terdakwa.

Di persidangan, terkuak bahwa Zuraida Hanum (41), yang merupakan istri korban (hakim Jamaluddin), telah melakukan hubungan intim dengan Jefri Pratama (42).

“Dua kali kami melakukan hubungan badan di mobil, kalau sama yang di kamar kurang lebih 5 kali,” jelas Zuraidah kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik melalui sidang teleconfrence, di ruang cakra VIII PN Medan, dikutip dari Tribunnews.com, Jum’at (22/5).

Pada sidang sebelumnya, terungkap Hakim anggota Imanuel Tarigan yang mengatakan ada hubungan intim antara Zuraida Hanum dengan Jefri Pratama.

Kemudian dikembangkan oleh Majelis hakim Erintuah Damanik dengan mengatakan pernah didalam mobil juga. “Kamu pernah berhubungan suami istri dengan Zuraida?. Kamu jujur, soalnya ini di BAP kamu sudah jelas,” kata Imanuel Tarigan, pada sidang sebelumnya.

Zuraida Hanum juga membeberkan kisah perselingkuhan dalam rumahtangganya bersama hakim Jamaluddin. Kisah itu menjadi kesaksian Zuraida dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam keterangannya, Zuraida mengungkapkan dua wanita yang menjadi selingkuhan hakim Jamaluddin. Ia pun menyebutkan suami dari seorang perempuan tersebut sempat menggerebek rumah Jamaluddin.

“Ada dua orang perempuan Pak, ada Rina Hayati, yang sampai digerebek oleh suaminya yang dari Padang ke Medan,” kata Zuraida Hanum menjawab pertanyaan penasihat hukumnya, Onan Purba.

Kemudian, Zuraida menyebutkan nama seorang pegawai di lingkungan PN Medan, yang saat itu bertugas sebagai guru senam. “Kemarin itu dia bertugas sebagai guru senam di PN Medan,” ucap Zuraida, yang langsung dipotong oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik.

Hakim Erintuah mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dipublikasikan karena tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan. Onan kemudian mengalihkan pertanyaannya tentang korban yang mengambil uang atas nama Zuraida di salah satu bank daerah di Aceh sebesar Rp 4 miliar.

“Ada pak, di Bank Aceh itu ada utang saya. Jadi yang dikira orang dia banyak uang, padahal itu uang saya pak, mati-matian saya membayar utang tersebut,” katanya kepada Majelis hakim.

Zuraida menambahkan juga sering melihat Jamaluddin video call dengan asisten pribadinya hingga larut malam. “Dia itu, sering video call dengan Cut, asisten pribadinya. Saya sering melihatnya,” katanya.

Diketahui, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, menjadi korban pembunuhan oleh istrinya dan dua orang pembunuh bayaran. Mayat korban dibuang di Perladangan Kebun Sawit milik Darman Sembiring di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang. (Rls/Mtn)***



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved