Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 01 Juli 2022
INDEX BERITA

Riau Menjadi Tuan Rumah Rakor Gubernur Se Sumatra, Akan Di Hadiri 3 Menteri
Sekda Pemprov Riau, Buka Sekaligus Pimpin Rapat Entry Meeting PPPD Riau Tahun 2022
Afrizal Sintong Bupati Rohil Serahkan 978 SK PPPK Guru Tahap l Dan ll Formasi 2021
Pj Bupati Kampar: Para Mahasiswa Berikan Inovasi, Kreatifitas Dalam Membangun Daerah
Muflihun: HUT Pekanbaru Jadi Momen Bersinergi Dengan Semua Pihak
Bupati Rohil Afrizal Sintong, Minta Seleksi Bujang Dan Dara Dilaksanakan Secara Ketat
Pj Wako Pekanbaru Muflihun Buka Bazar UMKM Di Pekan Raya Tenayan Raya
Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun Buka Sosialisasi Pendidikan Etika Dan Budaya Politik
Bupati Afrizal Dan Wabup Rohil Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Rohil Di Pekanbaru
Afrizal Sintong Bupati Rohil Resmikan Pembakaran Replika Kapal Tongkang Tahun 2022
Pj Walikota Turun Langsung Iringi Kirab Dan Display Drumband IPDN
Pj Wali Kota Pekanbaru: Minta Dinas UKM Berserta Camat Dan Lurah Dukung Promosi Produk UMKM
Muflihun Pj Walikota: Harapkan Dukungan Media Dalam Menjalankan Kegiatan Pemko
Polresta Pekanbaru Bagikan 650 Paket Bansos
Pemkab Nias Barat Serius Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Para Nelayan
Kamsol Pj Bupati Kampar Terima Kunjungan Pengurus REI Riau
Terkait Korupsi Dana Anggaran Proyek 2013-2015, MA Hukum Terdakwa Bayar Kerugian Negara Rp114 Miliar
Dewan Pers Dengan Tegas: Yang Penting Media Yang Bersangkutan Berbadan Hukum PT
Jawaban Pemerintah, Atas Pandangan Fraksi-fraksi DPRD Kampar Terkait RPP APBD Kampar TA 2021
Paripurna DPRD Kampar Terkait RPP APBD Kampar Tahun Anggaran 2021
Paripurna DPRD Kampar Terkait RPP APBD Kampar Tahun Anggaran 2021
PT. SHJ Lepas Tangan Atas Meninggal Tenaga Kerjanya, Lalu Siapakah Yang Bertanggunjawab...?
Bupati Rohil Serahkan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2021
Baharudin SH Ketua DPRD Pelalawan, Buka Secara Resmi Semi Open Turnament Volly Ball Putra
Bupati Pelalawan H.Zukri Lantik 8 Pejabat Eselon II
Kampar
Dinsos Kampar : Itu Urusan BRI, Kami Hanya Memantau
Ratusan Warga Kampar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sangat Kecewa

Rabu, 04/11/2020 - 13:13:42 WIB
Fakir: Kabid Dinas Bansos Kab. Kampar***
 
TERKAIT:
   
 
KAMPAR, (Msdiatransnews) – Ratusan warga keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Kampar, merasa kecewa. Pasalnya, sembako yang disalurkan di e-warong disinyalir tidak layak dikonsumsi, warong disulap jualan pecal lele.

Ironisnya, Kabid Fakir Miskin Dinsos Kampar, saat di konfirmasi“ Itu Urusan BRI, Kami Hanya Memantau”.

Warung elekronik gotong royong (e-warong) merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) non tunai bagi warga tidak mampu. Dengan sistem ini setiap bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai menggunakan sistem perbankan. Tujuannya untuk mengurangi penyimpangan, kemudahan kontrol serta tepat sasaran, waktu dan jumlah.

Tujuan E-Warong dirikanya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas, dan administrasi, dan memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Namun kenyataannnya E-Warong  dibawah naungan Dinas sosial (Dinsos) kabupaten Kampar, jauh dari harapan Pemerintah apalagi masyarakat. Betapa tidak, salah satu point  kesepakatan untuk mendirikan agen w-warong adalah agen e-warong aktif dan tidak  melayani KPM yang berada diluar zona.

Ternyata, E-warung yang diunjuk oleh instansi terkait tersebut disinyalir tidak memenuhi standarat ada yang tutup atau musiman dan ada yang disulap jadi warung pecal lele. Belum lagi agen e-warong  tersebut disinyalir kerab menyediakan sembako yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.

Seperti hasil investigasi mimbarkita.com dan Tim, di desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Selasa (3/11/2020), E-warung yang dipercaya Dinsos Kampar ternyata tutup, e-warung buka disaat ada penjualan sembako .

Menurut sumber salah seorang tokoh masyarakat desa Parit Baru yang tidak bersedia disebut namanya menyampaikan, bahwa e-warung musiman di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang,  yang dikelolah aparat desa KUR perencanaana pembangunan di desa tersebut, menjelaskan bahwa e-warung tersebut buka pada saat ada penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dari pemerintah, selebihnya tutup.

Bahkan kata sumber, sembako di  e-warung tersebut sama sekali  tidak ada yang ada hanya  peralatan dodos sawit pemilik warung, jadi e-warung buka saat ada penyaluran bantuan kepada KPM.

Belum lagi sembako yang mereka berikan kepada KPM tidak layak dikonsumsi, seperti beras yang berkutu, buah-buahan seperti salak, jeruk yang busuk,  telur ayam  kecil-kecil, pokoknya tidak sesuai lah, katanya.

Anehnya lagi kata sumber, untuk membawa sembako dari e-warung, ibu-ibu KPM harus membawa plastik kresek dari rumah mereka masing-masing, “Untuk belanja diwarung beli gula setengah kilo aja dikasih plastik, kalau di e-warong jangan harap, jelas sumber. 

Lamjut sumber. Belum lagi sikap tenaga kesejahteraan sosila kecatamatan (TKSK) di desa Parit Baru, Zulfadri, sangat arogan kepada peserta KPM. Sering melakukan intimidasi, kalau ibu-ibu komplen, “kalau kalian banyak mulut dan tidak terima tidak apa-apa, nanti saya (Zulfadri-red) laporkan ke Dinsos, biar nama kalian dicoret  dan diganti dengan orang lain, jelas sumber mengulangi perkataan peserta KPM.  Namanya juga orang kampung yang sering ditakut-takuti , jadi takut ucapan dan tekanan TKSK,  Zulfadri .

Apa yang disampaikan peserta KPM desa Parit Baru, dibantah tegas TKSK  Zulfadri kepada wartawan, Selasa (3/11/2020) di kantor desa Tambang. Menurut Zulfadri , 15 e-warung yang yang dibawah naungannya aktif buka dan menjual kebutuhan sembako, dan semua lengkap administrasi karena sebelum mendirikan e-warung pemilik sudah mengajukan prososal ke Dinsos, jelas Zulfadri yang mendapat SK TKSK dari Dinsos sejak tahun 2018 .

Ketika disinggung masalah  kucuran dana segar dari Kemensos dan Dirjen pakir miskin terhadap pendirian e-warong,  untuk daerah Tambang dengan tegas, pendamping  TKSK Dinsos Kampar, desa Parit Baru menyampaikan, sejak menjadi pendamping TKSK, sepeserpun kami tidak pernah mendapat bantuan, tegasnya  

E-warung abal-abal bukan di desa Parit Baru Kecamatan Tambang saja, tapi senada juga terjadi di desa  Mayang Pongkai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar. E-warong Toko Jaya yang disinyalir milik Kadus Eva Ratmi, ternyata tidak berjaulan sembako dan buka tiap harinya. 

E-Warong tersebut hanya buka pada saat akan menyalurkan BPNT nya saja dengan membungkus dalam paket-paket sembako. Dalam e-warong disunlap adi warung makan, dan terdapat meja, kursi panjang dan tulisan mennyediakan “ Nasi Uduk Pecal Lele” . Ada juga paket sembako yang sudah dibungkus rapi dalam kantong plastik putih.

Diatas meja ada mesin EDC untuk mengesek kartu KKS milik KPM yang belakangan diketahui bukan atas nama Eva Ratni atau E-warong Toko Jaya Bersama. Tapi mesin EDC diketahui milik Dafa Collection yang berada disekitar wilayah Kecamatan Kampar Kiri. 

Camat Tambang, Abukari kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (3/11) sangat menyesali sikap petugas TKSK yang merupakan perpanjangan Dinsos, apalagi saya (Abukari-red) dapat informasi ada sembako yang tidak layak dimakan atau buah yang busuk, sudah berapa kali kami sampaikan tapi begitu-begitu saja, dan bahkan dinas sosial pernah marah-marah kalau saya bicara yang benar, jelas camat Tambang yang dikenal vokal ini.

Lebih lanjut Abukari menyampaikan, kalau anggota atau bawahan sudah lama saya sepak, karena mereka digaji jangan main-main berikan yang layak kepada masyarakat, tapi kami (Camat-red) hanya sebatas mengawasai saja, masalah tanggung jawab langsung ke Dinsos yang mengeluarkan SK TKSK pihak Dinsos , makanya mereka (TKSK-red) terkadang kurang menghargai kita, katanya

Kepala Dinas Sosial Kampar, Zamzani ketika dihubungi mimbarkita.com, Rabu, (4/11)  via poselnya, tidak diangkat. Sementara Kepala Bidang (Kabid) Dinsos Kampar, Safrizal via ponselnya, mengatakan ,” masalah W-Warong silahkan tanya kepada BRI,  kami dari Dinas Sosial hanya memantau jika tidak ada kendala penyaluran tidak masalah.

Ketika disinggung masalah penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) ke –e-warung, dengan ringannya Safrizal menyampaikan, itu urusan E-warong karena mereka (e-warung-red)  yang menyediakan dananya bukan Dinsos. “Kami hanya memantau” jelasnya seolah-olah ingin melepaskan tanggung jawab Dinsos Kampar .

Disinggung sejauh mana tanggung jawab Dinsos Kampar, dengan cepat Safrizal bersilat lidah, nanti dulu saya lagi nyetir mobil, jawabnya sambil mematikan handphonenya. (Tim) ***
 
Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved