Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 05 Oktober 2022
INDEX BERITA

HUT Kab. Rohil Ke- 23, Bupati Rohil Ajak Seluruh Elemen Bersama Bangun Daerah
Kasmarni Bupati Bengkalis, Siap Berantas Kemiskinan Ekstrem Di Negeri Junjungan
Afrizal Sintong: Besarnya Rasa Cinta Dan Kepedulian Terhadap Budaya Melayu Riau
Melalui Rapat Peripurna DPRD Pelalawan APBD-P Tahun 2022, Disahkan 1,9 Triliun
Tim Voli Kuala Alam Berhasil Raih Juara 1 Turnamen Bola Voli AHY CUP 2022
Kombes Pol Pria Budi, Kapolresta Pekanbaru Menyambangi Masyarakat Kampung Dalam
Bupati Rohil Afrizal Sintong, Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila Ke- 57
Pemkab Bengkalis Dan Kota Dumai Akan Membangun 19 Pilar Batas
Bupati Rohil Afrizal Sintong Menyambut Baik Apa Yang Dihimbau Oleh Presiden Joko Widodo
Pj Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, Sangat Mengapresiasi Kinerja DPRD Kampar
DPRD Kampar Sahkan APBD Perubahan TA 2022 Sebesar Rp 2,587 T
Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun Pimpin Pemusnahan Sabu Dan Pil Ekstasi
Marzali Camat Kulim Diduga Persulit Warga Tandatangani SKGR
Febriza Luwu Anggota DPRD Dapil ll Kabupaten Bengkalis Melepaskan Pawai Taaruf
Polres Bengkalis Tangkap ED, Yang Diduga Pelaku Perdagangan Manusia Ke Malaysia
Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, Teken MoU Rancangan APBD-P TA 2022
Bupati Rohil Afrizal Sintong Wujudkan Mimpi Masyarakat Air Hitam
Ketua DPRD H.Khairul Umam Hadiri Sertijab Pengadilan Agama Bengkalis
Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil II Zuhandi, S.Pi Menghadiri pawai Taaruf
Rp 1,9 Miliar Lebih Biaya Meubeler Di Mapolsek Payung Sekaki, Diduga Mubajir
Bupati Rohil Afrizal Sintong Lantik Pengurus IKA-ROHIL Kabupaten Bengkalis
Paripurna Perubahn APBD Kab. Bengkalis Tahun 2022, Di Sahkan Sebanyak Rp. 4.508 Triliun
Yasona H Laoly Mankuham RI Laksanakan Berbagai Kegiatan Di Kota Pekanbaru-Provinsi Riau
Yasona H Laoly , Ephorus BNKP Dan Pdt Resort 60, Resmi Letakan Batu Pertama Pemban Gereja BNKP
Kasmarni Bupati Bengkalis Buka MTQ Ke XXIV Tingkat Kecamatan Di Rupat
Pekanbaru
Korupsi Anggaran PMBRW Mulai Terungkap
Kejari Pekanbaru Tetapkan Abdimas Syahfitra Jadi Tersangka

Kamis, 05/11/2020 - 09:36:27 WIB
Abdimas Syahfitra mantan camat Tenayan Raya***
 
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU, (Mediatransnews) -  Penyalahgunaan APBD Kota Pekanbaru mulai mencuap, saat ini Kejaksaan negeri Kota Pekanbaru pelan namun pasti membongkar dugaan mega korupsi dalam proyek Pemberdayaan masyarakat berbasis Rukun Warga  ( PMBRW ). Sebagaimana diketahui bahwa PMB RW yang mulai dilaksanakan sejak 2015 ini menguras APBD Pekanbaru  sebesar 13  Milyaran  setiap tahun,  namun output bagi masyarakat sangat minim bahkan dapat dikategorikan tidak bermanfaat.

Hal ini terjadi karena pelaksanaan di lapangan yang tidak tepat dan tidak efektif, bahkan diduga kegiatan-kegiatan yang dilakukan hanya formalitas belaka dan hanya untuk melengkapi persyaratan pencairan.

Sebelumnya salah seorang Camat di kota Pekanbaru bahkan menentang program tersebut, Sang camat ini beralasan bahwa  dana PMB-RW tersebut sama sekali tidak jelas dan rawan
terjadi tindak pidana korupsi. Selain itu tambahnya lagi, pengalokasian
dana PMB-RW tersebut sangat jauh dari azas manfaat.

Sang mantan camat ini mengatakan bahwa, contoh kegiatan  pelatihan jahit menjahit atau sablon. Tapi waktunya hanya tiga hari. Manalah ada artinya. Karena menjahit atau sablon itu bisa pintar setahu saya butuh waktu minimal 1 bulan. Termasuk juga kegiatan-kegiatan lainnya yang terkesan hanya dipaksakan untuk bisa mencairkan anggaran. Dirinya mengaku sejak awal tidak pernah setuju dengan program PMB-RW.

Namun  protes camat ini kepada Walikota Pekanbaru tidak ditanggapi dan berlanjut sampai saat ini.

Kasus dugaan bancakan Rp 13 miliar lebih di mata anggaran Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) semakin menarik untuk dicermati alokasinya. Program yang digulirkan sejak tahun 2015 ini ternyata bukan isapan jempol belaka.

Kini salah satu mantan camat sudah jadi tersangka, dan kemungkinan akan banyak tersangka berikutnya jika kejaksaan memang serius membongkar jaringan korupsi ini.

Abdimas Syahfitra mantan camat Tenayan Raya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMBRW) dan dana Kelurahan.

Mantan Camat Tenayan raya ini bertanggung jawab atas penyimpangan pelaksanaan kegiatan senilai Rp1 miliar lebih.

Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Yunius Zega dikonfirmasi membenarkan penetapan tersangka yang merupakan hasil gelar perkara yang dilakukan pihaknya.

“Kami menetapkan AS (Abdimas Syahfitra, red) sebagai tersangka dugaan korupsi dana PMBRW dan dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya," ungkap Zega, Rabu (4/11/2020).

Atas perbuatannya, sambung Zega, oknum PNS di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Untuk ancaman hukumannya 20 tahun penjara," ucap  Zega menambahkan, pihaknya saat ini masih berupaya merampungkan berkas perkara mantan Kabag Humas Setdako Pekanbaru tersebut.

Sebelumnya Kejaksaan negeri kota Pekanbaru melakukan penggeledahan kantor camat Tenayan Raya dan menyita  sejumlah dokumen.(Rls)***


Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved