BRI KCP Sail Persulit Pembukaan Rekening Panitia Pembangunan Gereja

LSM Sebut Oknum Diduga Terpapar Faham Radikal, Minta Pimpinan Bank BRI Wil. Riau Evaluasi Pegawainya

Oknum Pegawai Bank BRI Cab. Sail, Hangtuah Pekanbaru (kiri) dan Bukti Buku Tabungan Panitia Lahan Gereja yang dikeluarkan Bank yang sama tahun 2017 silam kepada BNKP Kota Pekanbaru. [Foto: Tim]
PEKANBARU, (Mediatransnews) - Sungguh ironis, 2 (dua) oknum pegawai Bank BRI KCP Sail, Hangtuah, Kota Pekanbaru mempersulit pembukaan rekening, saat Panitia Pembangunan Gereja BNKP Kota Pekanbaru mengajukan permohonan pembukaan rekening atas nama panitia pembangunan gereja pada Selasa (16/3/2021) pagi.

"Kita sangat menyayangkan ya, dari pagi kita melewati antrian, taunya seperti ini perilaku oknum Bank BRI milik pemerintah ini, hingga sore tutup kantor tidak juga dikabulkan permohonan kita," kata Yulius Zai Bendum Panitia, Selasa (16/3/2021) sore kepada media, sesaat setelah keluar dari Bank BRI Cabang Sail dengan rasa kecewa.

Yulius Zai, pihaknya mengaku semua syarat sudah kita lengkapi sebagaimana lazimnya pengurusan pembukaan rekening sebuah badan/lembaga keagaman pada umumnya.

"Kita ajukan surat permohonan tertunjuk ke Pimpinan Bank BRI KCP Sail, dengan Nomor : 002/PAN-PEMB/BNKP-Pku/III/2021, Perihal Pembukaan Rekening, didalam surat diteken Ketum, Sekum dan Bendum Panitia Pembangunan Gereja BNKP Kota Pekanbaru dan turut hadir saat ini," katanya.

"Kita sudah sertakan syarat-syarat antara lain, SK Pengurus Panitia, SK Pengurus Badan yakni Gereja BNKP (Banua Niha Keriso Protestan), KTP, NPWP Badan, Stempel, Surat Domisili Gereja dari Lurah, Surat Tanda Lapor dari Penyelengara Kristen Depag Kota Pekanbaru berikutnya yaitu Surat Pengajuan Permohonan Pembukaan Rekening di Bank BRI Cabang Sail, semua sudah kita sertakan," kata Yulius Zai.

Dijelaskannya, oknum pegawai Bank BRI KCP Sail bagian CS itu bernama Riza dan satu lagi pegawai dari dalam ruangan, namanya saat ditanya tidak diberitahu, terlihat mempersulit dan mengada-mengada.

"Awalnya oknum pegawai ini menanyakan SK Panitia, lalu kita tunjukkan, kemudian dia tanya dana ini dari mana saja nanti, kita jawab dari perorangan, swasta serta pemerintah yang sifatnya tidak mengikat," Jawab Martinus kepada Media, kendati pihaknya mengaku oknum pegawai ini terlihat mencapuri dapur panitia.

Tidak cukup sampai disitu, oknum pegawai inipun sempat mengaku kalau pihak Bank BRI tidak pernah mengeluarkan Buku Tabungan An. Panitia Gereja seperti BNKP. "Maaf pak untuk tabungan Panitia Pembangunan Gereja tidak pernah kita keluarkan," kata Oknum Pegawai yang tidak bersedia memberitahukan namanya itu.

Mendengar itu, para pengurus gereja BNKP Kota Pekanbaru ini pun membantah pernyataaan oknum pegawai tadi dengan menunjukkan bukti kalau pernah mendapat buku tabungan An. panitia gereja dari Bank BRI KCP Sail.

"Kami bantah itu kalau ibu mengatakan demikian, ini foto tabungan Panitia Gereja BNKP Kota Pekanabaru yang pernah kita urus dan dikeluarkan bank ini buk dan tidak seperti ini sulitnya," kata salah satu pengurus seraya memperlihatkan buka tabungan kepada oknum pegawai bank itu.

Oknum pegawai itupun tidak bisa mengelak, pihaknya hanya bisa melihat dan mencatat beberapa data dari dalam buku tabungan itu.

Untuk diketahui Buku Tabungan dimaksud pengurus, buku tabungan memang tidak berlaku lagi karena panitia masa itu sudah dibubarkan, dan atas permohonan kita kemudian di Bank BRI cabang Sail untuk dialihkan pada rekening Jemaat.

Lalu, oknum pegawai inipun meminta panitia menunggu berulang kali, lalu seraya masuk ruang pegawai untuk koordinasi didalam, kendati menunggu berjam-jam, oknum pegawai tadipun keluar bukan malah memproses berkas pengajuan panitia malah berdalil lagi menanyakan syarat-syarat lain.

Alhasil, hinga sore jelang tutup kontor sekitar pukul 16.00 Wib, Oknum pegawai itu mengaku harus nunggu pimpinan dan menyodorkan syarat-syarat lain untuk diurus. "Maaf pak, surat domisili gereja yang ada ini harus diurus lagi dengan isi "surat domisili Gereja untuk pembukaan rekening panitia", izin gereja harus diketahui pemerintah setempat," kata Oknum pegawai tersebut.

Dengan rasa kecewa, para panitia pembangunan gereja BNK Kota Pekanbaru dan pengurus memilih pulang.

"Kita kecewa, benar-benar kita kecewa, kita dipersulit, padahal pembukaan rekening ini sebenarnya tidak perlu sesulit ini. Apalagi ini untuk gereja/sosial dan dana panitia nantinya untuk disimpan di bank ini, tapi okbum pegawai ini punya motif lain. Ini perlu dipertanyakan," kata Yulius Zai kesal.

Lsm Gerhana sebut itu salah satu ciri khas terpapar faham radikal, dan meminta Pimpinan Bank BRI Wil. Riau evaluasi pegawainya serta meminta tindakan tegas.

Lanjut Ketua Harian Lsm Gerahan Ir. Tommy FM, SH. S.Kom, mengaku sangat prihatin sikap oknum pegawai bank BRI Cabang Sail.

"Seorang pegawai bank mempertontonkan sikap tak terpuji. Apa urgensinya soal surat domisili dari lurah harus menyebut untuk pengurusan pembukaan rekening panitia. Ini sangat tidak masuk akal. Kita menduga Oknum pegawai Bank BRI KCP Sail itu Terpapar Faham Radikal dengan mempersulit pihak-pihak yang berkaitan dengan pembangunan gereja dipekanbaru. Dalam waktu dekat kita surati Presiden Jokowi," tegas Tommy. (Tim)***



TERKAIT