Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 28 Januari 2023
INDEX BERITA

Siswanto: Mari Bangun Roda Organisasi LBLK Kab. Bengkalis
Sofyan Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Sambangi Jajanan Kuliner Sri Pulau
Polres Bengkalis Kembali Mengungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu
Bupati Rohil: Sekda Merupakan Bapaknya ASN
Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, DPRD Lakukan Rapat Kerja
Bupati Kasmarni Hibahkan Tanah Kepada Bakamla
Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso Memberikan Selamat Kepada PPS Yang Baru Dilantik.
Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Resmi Kukuhkan DPC PMNBI Kab.Pelalwan
Wabup Bagus: Olahraga Ajarkan Kedisiplinan Dan Gotong Royong
PMNBI Segera Laksanakan Perayaan Natal 2022 Dan Syukuran Tahun Baru 2023
Pansus Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sani: Memprioritaskan Anak-Anak Dini Wajib Belajar
Kadis Kominfo Pemkab Kampar Sampaikan Himbauan Pj. Bupati Kampar
Schedule Rencana Kerja Pansus PT. BSP Mulai Disusun
Kepala Desa Buka Pertanding Sampan Layar Jilid 3 Ketam Putih
Muflihun Targetkan Pekan Ketiga Januari Layanan Doctor On Call Diresmikan
Pimpinan Beserta Anggota DPRD Kab Bengkalis Hadiri Rapat Kordinasi
Bupati Bengkalis Kasmarni Serahkan DPA Ke SKPD
Bupati Bengkalis Apresiasi Kinerja Kejari
Kades Meskom Terima Kunjungan Al Ustadz Kembar Alwi dan Aldi Dari Jakarta
Bupati Dan Wabup Rohil Hadiri Pelantikan Anggota PPK Pemilu Tahun 2024
Open Turnamen Bupati 2022, Ditutup Langsung Bupati Rohil
Pisah Sambut Lembaga Pemasyarakatan Kelas ll A Bengkalis
Anggota DPRD Kab. Bengkalis Fraksi PDI Perjuangan Lakukan Bimtek
Gubri: Kadis PUPR Riau Harus Terbuka Terkait Proyek Ke Publik
Pemprov. Riau
Pernyataan Kadis, Jumlah Sapi Yang Terbeli 2023 Ekor Terdiri Dari Jantan Dan Betina
LSM: Rahmat Setiyawan Diduga Bohongi Publik Terkait Proses Pengadaan Sapi

Rabu, 15/09/2021 - 23:04:01 WIB
Rahmat Setiyawan Kadis Peternakan dan Surat *""
 
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU, (Mediatransnews) -
Pemberitaan media ini  sebelumnya yang mana pihak LSM dengan media menyuratin Dinas peternakan dan kesehatan hewan Prov Riau. Mempertanyakan proses dan tata cara pelaksanaan, terkait Pengadaan Sapi Madura yang di anggarkan pada APBD riau tahun anggaran 2021, dengan panggu anggaran Rp. 26.970.000.000,00, sapi tersebut yang akan di alokasikan di beberapa Kabupaten dan Kota di propinsi riau, yakni; Kec. Gaung - Indragiri Hilir, Kec.Sungai sembilan - Dumai, Kec. Rupat - Bengkalis, Kec. Sabak Auh - Siak, Kec. Tambusai Utara - Rokan Hulu dan Kec. Kubu - Rokan Hilir, sesuai data LPSE.

Yang mana pada surat konfirmasi tersebut, mendapat tanggapan  dari  dinas peternakan  dan kesehatan hewan prov riau, melalui surat resmi yang di tandatangani langsung Kadis drh. Rahmat Setiyawan, dengan nomor surat: 800/DPKH-SEKR/IX/2021/1198, tertanggal 8 september 2021.  Menjelaskan dalam surat tersebut bahwa pada poin ke 1 (satu), bahwa. "jumlah sapi yang terbeli sebanyak 2023 ekor yang terdiri dari 578 ekor jantan dan 1445 ekor betina".

Namun pernyataan Kadis peternakan dan kesehatan Hewan Prov Riau, pada pemberitaan salah satu media. Rabu tanggal 15/9/21. Yang berjudul, "Terkait Isu Pengadaan Sapi Madura, Ini Penjelasan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau".

Inti dalam pemberitaan tersebut, bahwa”Pengadaan Sapi Madura tersebut batal, hari ini baru diberitahu Pokja dengan waktu masa sanggah sampai besok.” ungkap Drh Rahmat Setyawan

Pengadaan Sapi Madura tersebut pula pelaksanaannya dilelang pada tanggal 2 Agustus 2021, dan pada 20 Agustus ada pengumuman pemenang. Dari 6 Perusahaan tersebut ada 4 yang menyanggah, 4 yang menyanggah disetujui 2. Dan didalam Pepres 12 itu, apabila ada sanggahan dapat dilakukan evaluasi oleh Kelompok Kerja (Pokja), kemudian Pojka melakukan evaluasi ulang sampai tanggal 10. Tetapi Panitia mempunyai hak menyanggah dari tanggal 11 sampai besok (16/09/2021). bebernya.

” Kalau sampai besok tidak ada sanggahan, maka akan dikembalikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk Review ulang apakah ini dilanjutkan atau dibatalkan ?.” tambah Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov.Riau Drh Rahmat Setiawan

Nah terkait isu adanya dugaan pelaksanaan Pengadaan Sapi Madura dikalangan masyarakat, LSM dan Awak Media kami mengucapkan terimakasih atas Informasi yang telah kami dapatkan selaku Dinas terkait. Kita selaku Dinas terkait bukan berarti tidak memberikan informasi kepada masyarakat, LSM dan Awak Media secara Transparan. Dikarenakan untuk sisitim pelaksanaan semuanya ada pada Pokja, jika Pokja selaku lelaksana sudah menjalani kinerjanya sesuai peraturan yang ada. Maka pihak Dinas melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menandatangani segala Dokumen untuk pelaksanaan Pengadaan tersebut diatas nantinya. Papar Kadis peternakan dan kesehatan hewan provinsi riau.

Media ini yang meminta tanggapan LSM IPPH yang menyuratin dinas peternakan pada pemberitaan sebelumnya. Terkait tanggapan dan penjelasan kadis peternakan dan kesehatan hewan yang di beritakan oleh oknum media diatas. Bahwa Kadis peternakan  Rahmat Setiyawan diduga megelabui dan membohongi publik, karena di salah satu poin dalam balasan surat resminya dengan di tandatangani dan di stempel. "Mengatakan, "jumlah sapi yang terbeli sebanyak 2023 ekor yang terdiri dari 578 ekor jantan dan 1445 ekor betina". dengan nomor surat: 800/DPKH-SEKR/IX/2021/1198, tertanggal 8 september 2021. Jelas Ris. Rabu, 15/9/21, yang di hubungi media ini melalui salulernya.

Maka dengan itu patut kita menduga, adanya yang tidak beres dalam proses pengadaan sapi tersebut, karena pernyataan Kadis sebelumnya, bahwa sapi sudah terbeli sebanyak 2023 ekor terdiri dari 578 Jantan dan 1445 ekor betina, sementara pernyataan sang kadis melalui oknum media diatas masih tahap proses, kerena sangah menyanggah. Bahkan ada bahasa batal, artinya sebelum membalas surat dari LSM balum tau siapa pemenangnya, kog si kadis mengatakan sapi sudah terbeli. Ada apa atau ada apanya!.

Kita dari LSM IPPH, meminta kepada pihak penegak hukum dan instansi terkait lainya, agar mengawal, memantau dan mengikuti proses tata cara pelaksanaan pengadaan sapi di Dinas peternakan tersebut, termasuk rekan-rekan LSM dan media, ini anggaran yang lumayan besar, di dana anggaran sebesar seperti ini lah biasanya ada kesempatan oknum pejabat untuk menggorogoti uang rakyat. Pinta dan Tegas Ris.

Media ini yang mengkonfirmasi kepada Rahmat Setiawan (kadis peternakan dan kesehatan hewan) provinsi riau, melalui WatshApp pribadinya, dengan nomor +62 812-4520-5xxx Rabu, 15/9/21.

Menanyakan. Siapa pemenang tender/rekanan..?. Sapinya di datangkan dari mana..? Dan  berapa ekor di salurkan di setiap Kab dan Kota?, Walau terbaca sang kadis namun hingga tayangnya berita ini belum di tanggapi atau di respon. (Tim) ***

Editor: Sarah


Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved