Salah Seorang Pemilik Usaha Sablon Yang Ada Di Kelurahan Rimba Sekampung
Resbha, Keluhkan Rendahnya Pendapatan Khusunya Usaha Sablon Manual
Salah Usaha Sablon milik Resbha Yang Ada Di Kelurahan Rimba Sekampung. ***
BENGKALIS (MTNc) - Penyedia jasa pembuatan baleho, spanduk, stempel, bendera, umbul-umbul sablon baju kaos di Kebun Kapas di Bengkalis, mengeluhkan rendahnya pendapatan, khususnya potensi pasar lokal dalam mengembangkan usaha sablon manual mereka. Resbha, salah seorang pemilik usaha sablon kecil yang ada di Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Bengkalis merasakan pendapatan mereka terus menurun, baik selama pandemi maupun pasca pandemi Covid-19 di Pulau Bengkalis.
"Ya, ongkos produksi yang harus kami keluarkan selama ini belum mampu menutupi biaya operasional usaha kami. Ini karena lemahnya daya saing agar produk yang menghasilkan bisa terserap dengan cepat di pasaran," keluh Resbha yang ditemui di warungnya.
Dikatakan Resbha, lambannya serapan pasar tersebut dipicu, salah satunya karena kalau usaha besar sistim kontrak setiap orderan dari instansi. Usaha kecil cuma mengharapkan instansi yang ingin bermitra kalau ingin pelangganan.
Sementara itu kata Resbha, mengharapkan setiap plank proyek pembuatannya harus pakai seng, selain rezeki tahunan juga membantu penjual seng, tukang cat dan masyarakat lainnya. Orderannyapun sudah dikontrak Pengusaha modal besar dengan institusi terkait dengan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap usaha kecil reklame dan sablon yang ada, akibat persentase pasar yang tersedia tidak seimbang dengan total jumlah produksi yang ada.
Selain itu menurut Resbha, kurangnya minat sablon manual dengan adanya peint sablon digital alias modern.
Dirinya berharap ada kerja sama pemerintah terhadap pengusaha sablon manual yang ada di Kabupaten Bengkalis untuk lebih mempromosikan potensi pariwisata ini dengan menggunakan ikon-ikon kepariwisataan dan lain sebagainya sebagai tema sablon kaos manual, supaya pengusaha sablon manual ini ada pendapatan yang berlebih. "Padahal di beberapa daerah tujuan wisata lainnya di pulau Bengkalis, sablon kaos bermotif objek atau potensi wisata sudah menjadi cenderamata unggulan bagi para pelancong yang datang berkunjung," ujarnya.
Terkait upaya yang sudah ia lakukan, untuk mengembangkan usaha miliknya, Pondok Sablon yang berpusat di kawasan Kebun Kapas Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Bengkalis, hingga saat ini seluruh peralatan yang digunakan untuk memproduksi kaos tersebut merupakan rakitannya sendiri.
Sehingga ia tidak lagi kesulitan, jika menerima pesanan dalam jumlah besar, yang sebagian besarnya berasal dari instansi pemerintah desa, komunitas atau kelompok kegiatan kemasyarakat lainnya.
Resbha berharap, dengan program unggulan Bupati Bengkalis Bermasa bisa membantu usaha sablon manualnya, dan bisa bangkitkan semangat dan perekonomiannya dari kalangan pengusaha sablon manual ini dengan kualitas baik dan harga yang bersaing.
Sementara itu, Yanto, salah seorang pemilik Distro setempat, juga menyebutkan tingkat persaingan produksi kaos bermotif ikon pariwisata Kabupaten Bengkalis, belum mampu menunjukkan tingkat penjualan yang memuaskan.
Menurutnya, untuk langkah percepatan penjualan para pengusaha sablon kaos, salah satunya bisa dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan instansi pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis antara yang memiliki jaringan luas sebagai media berpromosi.
Karena katanya lagi, salah satu kendala utama yang mereka alami, adalah ketidak mampuan untuk menyediakan biaya promosi, sehingga dibutuhkan bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu pengusaha sablon kecil yang ada di Kota Bengkalis ini. "Yang harus diperhatikan, harapnya. ( Safrizal) ***
TERKAIT



Tulis Komentar