Proyek Rp4,3 M SMPN 6 Bobrok , "Sekretaris Disdik Zulkifli: Silakan Tanya Buk Kabid Dikdis
KAMPAR - SIAK HULU, (MediaTransNews.com) - Bobroknya proyek revitalisasi dan jumbo-nya alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 6 Siak Hulu, Kabupaten Kampar*, terus menjadi sorotan tajam publik.
Sebelumnya diberitakan, proyek revitalisasi SMPN 6 Siak Hulu yang dipimpin Kepala Sekolah A.I. Tanjung alias Ikrom* pada Tahun Anggaran 2025 menelan APBN fantastis Rp4.392.883.000 (Rp4,3 Miliar). Namun hasilnya sangat mengecewakan, diduga dikerjakan asal jadi. Di lapangan ditemukan 4 pintu toilet siswa lepas/rusak, closet duduk pecah, cat terkelupas, dan plafon mau runtuh.
Tak hanya itu, Dana BOS Tahun 2024 Rp585,2 Juta dan Tahun 2025 Rp577,5 Juta (Total Rp1,1 Miliar lebih) juga dinilai janggal dengan pos-pos perpustakaan dan administrasi kegiatan sekolah yang sangat besar.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Ikrom memberikan jawaban normatif singkat via WhatsApp:
"Sudah pernah saya sampaikan ke media terkait yg ditanyakan, kegiatan pembangunan itu panitia sudah melaksanakan sesuai aturan dan juknis, terkait dana bos juga dah pernah saya sampaikan kami sudah diperiksa oleh inspektorat dari tahun anggaran 2020 sampai 2025," jawab Ikrom, Rabu (29/10/26).
Sekretaris Disdik Kampar Lempar Bola
Yang lebih mengejutkan, saat media mencoba mengkonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, Sekretaris Disdik Kampar Zulkifli justru enggan memberikan tanggapan substantif dan memilih melempar tanggung jawab.
Melalui pesan WhatsApp pribadinya nomor +62 852-6551-0xxx, Zulkifli menjawab singkat:
"Yang tepat untuk memberikan tanggapan mengenai hal yang saudara sampaikan.. silakan saja bersama buk Kabid Dikdas.. karena beliau yang mendampingi program revit di kampar.. nanti salah sampai walau maksud benar.. jadi kurang tepat tersampaikan.. terima kasih," jawab Zul singkat.
Jawaban tersebut dinilai publik sebagai bentuk lepas tangan dan tidak adanya pengawasan serius dari Disdik Kampar selaku instansi pembina terhadap proyek revitalisasi miliaran rupiah yang bersumber dari APBN tersebut. Padahal Disdik seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawasi mutu bangunan sekolah.
Hingga berita sambungan ini diterbitkan, Kabid Dikdas Disdik Kampar belum berhasil dikonfirmasi. Tim media juga masih berupaya mendapatkan tanggapan dari Inspektorat Kampar, Bupati Kampar, dan Kejaksaan Tinggi Riau terkait desakan audit total terhadap proyek Revitalisasi Rp4,3 Miliar dan Dana BOS Rp1,1 Miliar di SMPN 6 Siak Hulu.
Publik berharap, jangan sampai anggaran pendidikan yang fantastis hanya menjadi bancakan oknum, sementara siswa belajar di bangunan yang baru selesai tapi sudah rusak dan tidak layak. (Red) ***



Tulis Komentar